
Lapas Kelas III Wahai, saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga binaan, Rabu (10/122025). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Suasana penuh antisipasi terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Rabu (10/122025), menjelang Warga Binaan Asimilasi memulai aktivitas kerja pertanian di luar tembok Lapas. Hari itu juga bertepatan dengan peringatan Hari HAM se-Dunia, yang membuat kegiatan ini lebih bermakna.
Sebanyak tiga Warga Binaan diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh petugas medis Lapas, sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
Tujuan utamanya adalah, memastikan kondisi fisik dan mental para pekerja dalam keadaan optimal sebelum terjun ke lapangan kerja.
Fitri Rianti, petugas medis Lapas menjelaskan, bahwa pemeriksaan tidak hanya sebatas memeriksa kondisi tubuh, tetapi juga disertai edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan kerja, terutama di area perkebunan atau fasilitas umum yang sedang dikerjakan.
“Hasil pemeriksaan hari ini menunjukkan semua Warga Binaan dalam kondisi sehat, dan siap melakukan aktivitas pertanian,” ungkapnya.
Bagi yang terdeteksi memiliki keluhan ringan, kata dia, maka akan diberikan penanganan awal dan saran, untuk beristirahat sejenak sebelum bergabung dengan kelompok kerja.
Salah satu Warga Binaan, IF menyampaikan rasa senangnya atas adanya pemeriksaan tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat senang karena ada perawatan seperti ini, yang memastikan kondisi kesehatan fisik kami tidak bermasalah sebelum bekerja,” ucapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan, bahwa pemeriksaan kesehatan pra kerja ini dilaksanakan secara rutin dan berkala.
“Prioritas utama kami adalah, keselamatan dan kesehatan Warga Binaan. Memastikan mereka fit sebelum bekerja adalah, langkah preventif untuk menghindari risiko kecelakaan kerja, atau masalah kesehatan lainnya di lapangan,” ujarnya.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, serta konsultasi singkat mengenai keluhan kesehatan, yang mungkin dirasakan.
“Siapapun yang mengalami gangguan kesehatan, otomatis tidak bisa melaksanakan kegiatan di luar. Ini adalah bagian dari SOP kami, sekaligus bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) mereka,” tegasnya.
Melalui kegiatan pemeriksaan pra kerja ini, kata dia, Lapas Wahai menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Sekaligus menjalankan fungsi pembinaan dengan pendekatan humanis, yang selalu mengutamakan hak-hak dasar Warga Binaan, termasuk hak atas pelayanan kesehatan yang layak dan layak,” tutup Noya.




