
Warga binaan bersama pegawai lapas mengikuti kegiatan yasinan, dan doa bersama yang digelar di Masjid At-Taubah, Kamis (12/3/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, suasana religius semakin terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai.
Warga binaan bersama pegawai lapas mengikuti kegiatan yasinan, dan doa bersama yang digelar di Masjid At-Taubah, Kamis (12/3/2026), sebagai bagian dari pembinaan spiritual selama bulan suci.
Kegiatan tersebut diikuti oleh warga binaan Muslim, dan sejumlah pegawai lapas yang bersama-sama membaca Surah Yasin, serta memanjatkan doa dalam suasana khidmat.
Staf pembinaan Lapas Wahai, Rahmatsyah Latif Ode mengatakan, kegiatan yasinan di bulan Ramadan memiliki makna yang penting, sebagai sarana mentadabburi Al-Qur’an, sekaligus memperkuat keimanan.
Menurutnya, melalui pembacaan Surah Yasin dan doa bersama, warga binaan diajak memahami pesan-pesan Al-Qur’an, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum, untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, zikir, dan berbagai amalan baik lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga binaan berinisial IS merasakan suasana Ramadan yang berbeda, saat menjalani ibadah di dalam lapas.
Meski berada di balik tembok pemasyarakatan, ia menilai bulan suci ini justru menjadi kesempatan untuk lebih fokus beribadah.
Ia menyebut, kegiatan seperti yasinan, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa menjadi sarana, untuk memperbaiki diri agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya turut mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Saya berharap, momentum Ramadan dapat dimanfaatkan warga binaan, untuk memperdalam ketakwaan, serta membangun kekuatan spiritual selama menjalani masa pembinaan,” harap dia.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Ia pun berharap semangat Ramadan dapat membantu warga binaan meningkatkan kualitas spiritual, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik.




