
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Inpres 73 Malaingkedi, Sorong, resmi melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi dengan pelaksanaan Asesmen Nasional.
Kepala Sekolah SDLB, Sukanta, menjelaskan bahwa dari total 12 siswa yang terdaftar, hanya 6 orang yang mampu mengikuti tes tersebut.
Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat kebutuhan dan hambatan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.
“Dari 12 peserta, yang bisa ikut TKA hanya 6 orang. Enam lainnya tidak bisa diikutkan karena hambatannya, khususnya bagi mereka yang memiliki hambatan berpikir atau autis dengan tingkat yang berat,” ujar Sukanta.
Adapun jenis hambatan yang dimiliki oleh seluruh siswa di sekolah tersebut beragam, mulai dari hambatan penglihatan, pendengaran, fisik, hingga gangguan perkembangan seperti autis.
Meskipun juga ada 6 siswa yang mengikuti tes hari ini dinilai sudah mampu melaksanakan ujian secara mandiri.
Selain itu,Untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kabupaten Sorong Juga sedang mengikuti Pelaksanaan Tes Kemampuan AkademiK (TKA) dan jumlah peserta ada dua orang .Namun satu orang tidak hadir
Sementara itu, Angga Sukman, selaku dokter dari SLB Indonesia, menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertama pelaksanaan TKA di sekolah tersebut.
Ia berharap agar kedepannya sistem pelaksanaan dan materi soal dapat lebih disesuaikan dengan karakteristik anak.
“Yang 6 orang ini berkebutuhan ganda dan memang memerlukan perhatian ekstra, namun mereka sudah bisa melaksanakannya secara mandiri. Harapan saya, soal-soal TKA ke depannya lebih diadaptasikan lagi dengan kemampuan anak-anak,” ungkap Angga.
Lebih lanjut, Angga Sukman menyarankan agar penyusunan soal dapat melibatkan pihak sekolah yang lebih memahami karakteristik siswa secara langsung. Hal ini dinilai penting agar tujuan evaluasi kemampuan akademik dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi riil peserta didik.
Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terkait kelengkapan sarana dan prasarana demi mendukung kelancaran pelaksanaan tes serupa di masa mendatang, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus berkembang dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(Mar)







