
WAISAI, BeritaAktual.co – Terkait beredarnya video dan pemberitaan di sosial media sosial adanya komunitas serta oknum tokoh agama yang mengajak masyarakat menolak kandidat calon tunggal dan mendukung kotak kosong, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Raja Ampat menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah meminta maaf.
Ini sebagaimana disampaikan Ketua MUI Kabupaten Raja Ampat, H. Abu Bakar Lodji bahwa, pihaknya telah melakukan proses komunikasi dua arah dengan komunitas serta oknum tokoh agama tersebut. Selain itu MUI raja ampat juga meminta yang bersangkutan menjelaskan maksud dan tujuan pernyataan dalam video agar tidak menyebabkan keresahan dan perpecahan umat di kabupaten raja ampat.
Dikatakan Lodji, pihaknya dengan sigap meminta adanya klarifikasi guna menghindari konflik yang muncul mengatasnamakan agama atau kelompok tertentu terlebih pada momen pilkada tahun 2020.
“Klarivikasi ini penting dilakukan agar tidak menyebabkan keresahan dan perpecahan antara sesama umat di kabupaten raja ampat. Yang bersangkutan juga telah melakukan permohonan maaf atas pernyataan yang telah disampaikan,” terangnya. Senin, 21 September 2020.
Lodji menambahkan, jika MUI tidak membatasi hak politik seseorang, hanya pernyataan yang mengatasnamakan tokoh agama sangat sensitif, apalagi di momen pilkada. Dan MUI juga mengimbau agar seluruh masyarakat di raja ampat harus menjadikan momen pilkada sebagai hajatan nasional bukan sebagai ajang perpecahan umat.
“Soal pilihan itu hak kalian, itu hak pribadi,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) Jumat siang, 18/09/2020 melakukan aksi unjuk rasa menolak adanya pasangan calon (paslon) tunggal di Pilkada Kabupaten Raja Ampat 2020. [drk]







