
Santa Claus Festival Ambon, yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (1/12/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Lebih dari sekadar perayaan Natal, Santa Claus Festival di Kota Ambon menjadi contoh, bagaimana pariwisata berkelanjutan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, dan melestarikan nilai-nilai budaya.
Demikian disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Kota Ambon, Roby Sapulette, saat membuka Santa Claus Festival Ambon, yang berlangsung di Pattimura Park, Senin (1/12/2025).
Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan, bahwa pariwisata tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga melestarikan lingkungan dan budaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota mengaku, Santa Claus Festival dirancang untuk memaksimalkan dampak positif bagi ekonomi lokal. Pasalnya, sebanyak 70 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha diberi kesempatan, untuk memamerkan dan menjual produk-produk mereka kepada pengunjung.
Mulai dari kerajinan tangan, pakaian, aksesoris, makanan dan minuman khas Ambon, hingga produk-produk inovatif lainnya, semuanya diproduksi secara lokal dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
Selain itu, kata Wali Kota, festival ini juga mempromosikan nilai-nilai budaya lokal melalui berbagai kegiatan. “Bakudapa Santa Claus” menjadi ajang untuk memperkenalkan tradisi dan adat istiadat Ambon kepada wisatawan.
“Panggung musik juga menampilkan pertunjukan dari musisi lokal, yang membawakan lagu-lagu daerah dan musik tradisional,” ujar dia.
Selain itu, lanjut Wali Kota, Karnaval Santa Claus menampilkan kostum-kostum yang terinspirasi dari budaya Ambon, seperti motif batik dan kain tenun.
Pemkot Ambon juga berupaya untuk mengurangi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan. Festival ini menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti bambu dan daur ulang, untuk membangun stand dan dekorasi.
Selain itu, Pemerintah Kota Ambon juga mengkampanyekan pengurangan sampah plastik, dan penggunaan transportasi publik.
“Kami ingin memastikan bahwa Santa Claus Festival ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga melestarikan lingkungan untuk generasi mendatang,” kata Wali Kota.
Dia menyebut, Santa Claus Festival Ambon menjadi contoh, bagaimana pariwisata berkelanjutan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, melestarikan budaya, dan menjaga lingkungan.
“Dengan komitmen yang kuat dari Pemkot Ambon dan dukungan dari masyarakat, festival ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di daerah lain di Indonesia,” harap Wali Kota.




