
Lapas Kelas III Wahai menggelar ibadah Minggu Adventus pertama, untuk WBP beragama Kristen, yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas, Minggu (30/11/2025).
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen melalui pelaksanaan ibadah Minggu Adventus pertama.
Bertempat di Gereja Ebenhaezer Lapas, Minggu (30/11/2025), kegiatan ini menjadi bagian integral dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk memperkuat iman, menumbuhkan harapan, dan mempersiapkan WBP menyambut Hari Raya Natal, dengan hati yang bersih dan penuh sukacita.
Ibadah yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Pendeta M. Wattimury, S.Si Teol., yang membawakan khotbah dengan tema “Melakukan Yang Baik Sebagai Wujud Pengharapan Akan Kedatangan Tuhan.”
Tema ini selaras dengan makna lilin Adventus pertama yang melambangkan harapan, mengajak WBP untuk merenungkan kembali perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan Tuhan.
Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya menekankan pentingnya kegiatan keagamaan dalam proses pembinaan WBP.
“Ibadah Minggu Adventus bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai moral, memperkuat keyakinan, dan membangkitkan semangat baru bagi para Warga Binaan. Kami berharap, melalui momentum ini, mereka dapat memulai langkah perubahan positif dalam hidup mereka,” harap Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas berharap, agar para WBP dapat memanfaatkan momen Adventus ini untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan hati dari segala kesalahan, dan mempersiapkan diri menyambut Natal dengan penuh kedamaian.
“Kami ingin, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, yang siap kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw menjelaskan, bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemasyarakatan.
“Kami terus berupaya, untuk menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek batin dan kepribadian WBP. Melalui ibadah Adventus ini, WBP diajak untuk merenungkan perjalanan hidup, menyalakan kembali harapan akan masa depan yang lebih baik, dan menemukan makna baru dalam hidup,” ungkap Merpaty.
Kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan di Lapas Wahai mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap setiap program pembinaan yang bertujuan, untuk meningkatkan kualitas hidup WBP.
“Kami sangat mendukung kegiatan pembinaan rohani seperti ini. Adventus adalah waktu yang tepat untuk merenungkan kembali hidup, memperbaiki kesalahan, dan mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap, para warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tutur Ricky.
Dengan pelaksanaan ibadah Minggu Adventus pertama ini, Lapas Wahai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan rohani yang berkelanjutan.
Diharapkan, melalui sentuhan spiritual, para WBP dapat menemukan kekuatan baru untuk menjalani hidup dengan lebih baik, membangun karakter positif, dan memperkuat spiritualitas mereka, bahkan dari balik jeruji besi.
Ibadah Adventus akan terus dilaksanakan setiap minggu hingga menjelang Hari Raya Natal, sebagai bagian dari upaya pembinaan yang holistik dan berkelanjutan di Lapas Wahai.




