
Lapas Kelas III Wahai menggelar tes urine bagi Warga Binaan, melalui program Warna Benar, Senin (15/12/2025). Foto-Ist/BA
Ambon, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar tes urine bagi Warga Binaan, yang akan menerima Pembebasan Bersyarat (PB) melalui program ‘Warga Binaan Bersih Narkoba’ (Warna Benar), serta melakukan tes acak terhadap para petugasnya, Senin (15/12/2025).
Berlangsung di klinik dalam area Lapas, kegiatan ini dirancang sebagai upaya pembinaan, dan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan Warga Binaan siap menjalani kehidupan yang bersih dan bertanggung jawab setelah kembali ke masyarakat.
Prosedur tes urine dijalankan dengan tertib dan transparan, guna menjaga integritas semua pihak, baik petugas maupun Warga Binaan yang mendapatkan hak integrasi, sehingga semuanya tetap patuh pada aturan hukum untuk menjauhi narkoba.
Ini sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang bertujuan membersihkan lingkungan Pemasyarakatan dari narkotika.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan, bahwa tes urine adalah langkah nyata dalam memelihara kualitas program pembinaan dan hak integrasi, serta menjaga kejujuran petugas.
“Program Warna Benar ini adalah bukti konsistensi kami dalam berjuang melawan narkoba, dan memastikan Warga Binaan yang akan PB benar-benar siap kembali ke masyarakat dengan perilaku positif, dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw mengaku, kegiatan ini tidak hanya sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran Warga Binaan.
“Kami tidak hanya memeriksa, tetapi juga membina. Tes urine ini diharapkan memperkuat komitmen mereka, untuk menjaga diri dan tidak terjerumus kembali ke penyalahgunaan narkoba,” harapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial AT yang akan menjalani PB menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini.
“Saya merasa ini sangat bermanfaat. Ini jadi pengingat bagi saya yang sudah diberikan kepercayaan melalui PB agar tetap disiplin dan menjauhi narkoba untuk masa depan yang lebih baik,” janjinya.
Kegiatan ini juga dibantu oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Moh. Dahyu Keliobas, yang terlibat dalam proses administrasi dan pendampingan. Ia menilai pengalaman ini sangat berharga.
“Melalui sini, saya melihat langsung bagaimana Lapas Wahai menjalankan pembinaan secara serius dan profesional. Ini menjadi pelajaran berharga tentang peran Pemasyarakatan dalam mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan,” tutur Dahyu.
Dengan pelaksanaan program Warna Benar, Lapas Wahai menegaskan komitmennya, untuk terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas narkoba, dan mendukung keberhasilan program PB, sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang sehat dan bertanggung jawab.




