
Perayaan Imlek Kongzili 2577 yang berlangsung di Pattimura Park, Sabtu (14/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Perayaan Imlek Kongzili 2577 yang berlangsung di Pattimura Park, Sabtu (14/2/2026) malam, tidak hanya menghadirkan pesta lampion dan tarian barongsai, melainkan juga menjadi bukti nyata komitmen Kota Ambon untuk membangun kota yang majemuk, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Festival yang kini telah masuk dalam kalender pariwisata resmi Kota Ambon ini, diadakan secara konsisten setiap tahun sejak 2024, bergabung dengan tiga agenda besar lainnya yaitu Festival Ramadan, Festival Jalan Salib, dan Festival Santa Claus.
Menurut Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, konsep perayaan lintas agama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Kita tidak hanya mengandalkan keindahan pantai, untuk menarik kunjungan. Dengan menghadirkan ragam atraksi budaya dan perayaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kita berusaha memberikan nilai tambah yang berbeda bagi pariwisata Ambon,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Wali Kota juga menegaskan, bahwa setiap perayaan besar di kota ini harusnya tidak hanya sebatas seremoni. Sebagai contoh, ia menyebutkan perayaan Natal nasional sebelumnya yang mengalokasikan sebagian anggaran untuk pembelian ambulans dan distribusi ribuan paket sembako.

Hal serupa juga dilakukan oleh warga Ambon Tionghoa yang merayakan Imlek dengan memberikan bantuan secara langsung ke rumah-rumah yang membutuhkan, bukan hanya dalam bentuk simbolis di atas panggung.
Selain itu, Bodewin juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kota.
Ia mengajak seluruh masyarakat, termasuk komunitas Tionghoa, untuk mendukung program pembenahan pengelolaan sampah melalui penggunaan kontainer higienis dan armada pengangkut yang menjangkau setiap lorong permukiman.
“Ambon adalah rumah bagi semua orang. Setiap warga punya hak untuk merayakan kebahagiaan, namun juga harus sama-sama menjaga keindahan dan kelestarian kota ini,” tandasnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Simpati Ambon, Hengky Tanililing menjelaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya sebatas memberikan barang, melainkan juga untuk melihat kondisi langsung penerima dan melakukan tindak lanjut jika diperlukan.

“Kita ingin mereka merasa benar-benar diperhatikan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Ambon,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Imlek 2026, Kongzili Sandra Berhitu mengungkapkan, bahwa tahun ini acara melibatkan 84 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai rangkaian acara seperti pameran produk lokal, lomba fashion show untuk anak-anak usia 5 hingga 12 tahun, serta pertunjukan barongsai yang menjelajahi beberapa ruas jalan utama kota.
Menurut Sandra, pada tahun 2025 acara serupa telah memberikan kontribusi signifikan dengan mencatatkan capaian ekonomi kreatif Kota Ambon mencapai lebih dari Rp158 miliar.
“Festival ini juga sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Ambon periode 2025-2030, yang fokus pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif untuk mendukung visi menjadikan Ambon sebagai City of Music,” sebut Sandra.





