
Lapas Kelas III Wahai menggelar program pembinaan kerohanian berupa kegiatan halaqah pembelajaran Al-Qur’an, Jumat (20/2/2026), di Masjid At-Taubah. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Bulan Ramadan 1447 Hijriah menjadi ajang bagi Lapas Kelas III Wahai untuk menggelar program pembinaan kerohanian berupa kegiatan halaqah pembelajaran Al-Qur’an. Digelar pada Jumat (20/2/2026), di Masjid At-Taubah dalam kompleks lapas, kegiatan ini diikuti penuh oleh seluruh Warga Binaan Muslim dengan didampingi oleh tim petugas pembinaan.
Rahmatsyah Latif Ode, yang mengkoordinasi kegiatan sebagai Petugas Subseksi Pembinaan, menyampaikan bahwa konsep halaqah dipilih karena mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang mendalam dan akrab.
Dengan sistem belajar berkelompok yang duduk melingkar, setiap peserta bisa dengan leluasa bertanya dan berbagi pemahaman, menjadikan proses pembelajaran tidak hanya efektif, tetapi juga mempererat hubungan antar Warga Binaan.
“Kami membentuk kelompok-kelompok kecil dengan pembimbing khusus untuk setiap kelompok. Tugas pembimbing tidak hanya membantu melatih bacaan yang benar sesuai tajwid, tetapi juga menjelaskan makna singkat dari ayat-ayat yang dibaca agar peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas. Tak hanya itu, kami juga mendorong kolaborasi di antara mereka, yang sudah mahir membaca Al-Qur’an turut menjadi tutor bagi teman-teman yang masih belajar,” jelas Rahmatsyah.
Ia menambahkan, bahwa meskipun keterbatasan sumber daya menjadi tantangan, semangat belajar yang muncul dari diri Warga Binaan sendiri menjadi daya dorong utama keberhasilan kegiatan.
“Mereka antusias mengikuti setiap sesi, bahkan ada yang secara sukarela mengajak teman-temannya, untuk berlatih tambahan setelah jadwal resmi berakhir,” ucapnya.
Salah satu Warga Binaan, yang dikenal dengan inisial LR, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.
“Sebelumnya saya hanya bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar saja, tapi tidak terlalu paham tentang tajwidnya. Melalui halaqah ini, saya belajar banyak hal baru dan bisa memperbaiki cara bacaan saya. Teman-teman di sini juga sangat baik, mereka tidak pernah bosan membantu saya ketika ada yang tidak saya mengerti. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadan ini diterima oleh Allah SWT,” harapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pembinaan kerohanian merupakan pilar penting dalam proses rehabilitasi sosial Warga Binaan.
“Kegiatan halaqah ini bukan hanya tentang belajar membaca Al-Qur’an, tetapi lebih dari itu, kami ingin membangun dasar karakter yang kuat, meningkatkan kesadaran moral, dan memberikan bekal spiritual yang bisa mereka bawa sepanjang hayat. Kami berkomitmen, untuk terus mengembangkan program-program seperti ini, bahkan setelah Ramadan berakhir, agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Selain kegiatan halaqah, pihak lapas juga menyediakan fasilitas tempat ibadah yang nyaman dan jadwal shalat berjamaah yang teratur selama bulan Ramadan, serta menyiapkan berbagai program pembinaan lainnya yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pembentukan pribadi yang positif.




