
Lima CPNS Lapas Kelas III Wahai ikut Latsar, yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jumat (20/2/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lapas Kelas III Wahai resmi memulai proses pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan mengirim lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2024/2025 mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar), yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan yang digelar secara daring pada Jumat (20/2/2026) ini, diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan aparatur yang kompeten dan memiliki integritas tinggi.
Latsar yang akan berlangsung hingga 22 Mei 2026 ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Prima (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel) sebagai dasar kerja para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) .
Rangkaian aktivitas mencakup berbagai tahapan, mulai dari pembelajaran mandiri secara mandiri, seminar rancangan aktualisasi kebijakan, sesi aktualisasi langsung di unit kerja, hingga seminar pelaksanaan yang menyasar pada penerapan konsep di lapangan.
Agus Wewra, salah satu peserta CPNS mengatakan, pelatihan ini bukan hanya bentuk kewajiban administrasi, melainkan kesempatan berharga untuk membangun mindset yang tepat sebagai ASN.
“Saya fokus untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, dan keterampilan yang bisa saya terapkan saat melayani Warga Binaan nantinya. Kedisiplinan dan tanggung jawab adalah, hal utama yang ingin saya kembangkan,” ujarnya.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Wahai, Abdul Azis menjelaskan, partisipasi CPNS dalam Latsar merupakan investasi strategis, untuk meningkatkan mutu administrasi dan pelayanan di lembaga.
“Kita tidak hanya menginginkan mereka mahir secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat. Integritas menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan dapat dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Lapas Wahai Tersih Victor Noya menekankan pentingnya menanamkan prinsip Integritas sejak tahap awal karir para petugas.
“Integritas bukan pilihan, melainkan syarat mutlak. Melalui Latsar ini, kami harap mereka mampu memahami seluruh peraturan dan standar kerja, serta memiliki keberanian untuk menolak setiap bentuk penyimpangan,” jelasnya.
Selama masa pelatihan, para peserta akan dievaluasi berdasarkan kinerja yang mereka tunjukkan dan pemahaman terhadap tugas pokok serta fungsi Lapas Wahai, khususnya di bidang pengamanan dan pembinaan Warga Binaan.
Dengan suksesnya pelatihan ini, Lapas Wahai berkomitmen untuk memperkuat SDM, dalam rangka mencapai Zona Integritas, menyelenggarakan pelayanan yang humanis, serta mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang mendukung perubahan positif dalam dunia pemasyarakatan di Provinsi Maluku.





