
WB Lapas Kelas III Wahai menggelar kegiatan yasinan rutin, yang digelar pada Kamis (26/3/2026) malam. Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Warga Binaan (WB) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus menjaga semangat ibadah pasca Ramadan, melalui kegiatan yasinan rutin, yang digelar pada Kamis (26/3/2026) malam, sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis spiritual.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Wahai ini, diikuti dengan penuh kesadaran oleh para Warga Binaan. Suasana religius terasa kuat saat rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surah Yasin, kemudian dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama.
Lantunan ayat suci yang menggema menghadirkan ketenangan batin, sekaligus menjadi ruang untuk refleksi diri bagi para peserta.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan yang menitikberatkan pada penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter positif.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadan.
Menurutnya, bulan suci tersebut menjadi titik awal pembentukan kebiasaan baik yang harus terus dipertahankan.
“Ramadan telah usai, namun nilai-nilai yang dibangun selama bulan tersebut harus tetap dijaga. Tantangan sesungguhnya adalah, bagaimana mempertahankan ritme ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui yasinan rutin ini, kami ingin menanamkan konsistensi, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan di dalam Lapas diharapkan mampu menciptakan ketenangan jiwa, sekaligus membangun lingkungan yang lebih kondusif bagi perbaikan diri para Warga Binaan.
“Melalui rutinitas yasinan ini, diharapkan nilai keimanan dan kebiasaan positif terus tumbuh dan berkembang, sehingga menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan, saat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” harap Noya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai, pembinaan berbasis spiritual memiliki peran penting, dalam mendorong perubahan perilaku Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan terbukti memberikan dampak signifikan, baik dalam membentuk kepribadian maupun menumbuhkan rasa tanggung jawab, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Ini harus terus menjadi prioritas,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan, yang dikenalkan dengan inisial RR mengaku, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar, baik secara spiritual maupun sosial.
“Kami merasa lebih damai dan punya pegangan hidup yang jelas. Kegiatan ini mengingatkan kami, untuk terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu,” tuturnya.







