
Apel pagi di lingkup Pemkot Ambon, yang dirangkaikan dengan acara penandatanganan sejumlah dokumen kesepakatan kerja sama penting, di Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus mencari strategi alternatif, untuk menjaga laju pembangunan, dengan menitikberatkan pada kerja sama berbagai pihak, peningkatan kemampuan memahami dan menggunakan informasi, serta percepatan penggunaan transaksi keuangan berbasis teknologi.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan, untuk menghentikan kemajuan pembangunan.
Menurutnya, kesempatan untuk terus berkembang tetap ada, sepanjang pemerintah mampu membangun hubungan kerja sama yang erat, dengan beragam pihak terkait.
Pernyataan tersebut disampaikan saat apel pagi di lingkup Pemkot Ambon, yang dirangkaikan dengan acara penandatanganan sejumlah dokumen kesepakatan kerja sama penting, di Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
“Di tengah keterbatasan dana yang kita miliki, kita dituntut untuk lebih berpikir dan bertindak secara kreatif. Kunci utamanya, ada pada kerja sama. Pemerintah tidak akan bisa bekerja secara maksimal, jika tidak ada dukungan dari pihak lain,” ujar Wattimena.
Ia menambahkan, hubungan kerja sama antara pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga perbankan, hingga instansi pemerintah pusat yang bertugas di daerah harus terus diperkuat, agar berbagai program yang menjadi prioritas dapat berjalan dengan baik, dan memberikan hasil yang bermanfaat.
“Kerja sama yang kita sepakati hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan harus membawa manfaat yang nyata bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Salah satu bentuk kerja sama yang disepakati adalah, dengan perusahaan Pelindo, yang berkaitan dengan penggunaan lahan bekas Pasar Impres, sebagai tempat penampungan kontainer.
Langkah ini dinilai sangat penting, untuk memperlancar pergerakan barang, dan menekan biaya pengiriman barang di wilayah kota tersebut.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Ambon juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Tujuannya adalah, untuk memperluas kesempatan belajar bagi siswa di madrasah, salah satunya dengan menyediakan berbagai bahan bacaan yang dibutuhkan.
“Kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi merupakan dasar utama, dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kami ingin generasi muda di Ambon dapat memperoleh kesempatan yang lebih luas, untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” kata Wattimena.
Sementara itu, upaya memperkuat sistem keuangan berbasis teknologi dilakukan, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Tabungan Negara.
Program ini difokuskan pada penerapan sistem pembayaran tanpa uang tunai, di sejumlah tempat umum, seperti di kawasan Wainitu, Air Salobar, dan Amahusu.
Wattimena berpendapat, bahwa perubahan menuju sistem pembayaran yang berbasis teknologi merupakan bagian penting, dalam membangun sistem perekonomian yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap, masyarakat semakin terbiasa menggunakan cara pembayaran tanpa uang tunai, karena cara ini lebih aman, jelas prosesnya, dan lebih efisien. Ini merupakan langkah penting, untuk menjadikan Ambon sebagai kota yang siap menghadapi perubahan dan kemajuan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan, bahwa keberhasilan dari berbagai program yang telah disusun sangat bergantung pada kesediaan semua pihak yang terlibat, untuk bekerja sama dan melaksanakan tugas dengan baik.
“Jika hubungan kerja sama ini terus dijaga dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, saya yakin berbagai keterbatasan yang kita hadapi dapat kita atasi bersama-sama,” tandas dia.




