
Lomba cerdas cermat memperingati HBP ke-62 tahun 2026 di Lapas Kelas III Wahai, Rabu (22/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026 di Lapas Kelas III Wahai, Rabu (22/4/2026), diisi dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kompetitif.
Melalui ajang Pekan Olahraga, Seni, Intelektual, dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Porsenikab), pihak lembaga menggelar lomba cerdas cermat yang melibatkan warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di area lapangan blok hunian ini mengangkat tema mengenai hak, kewajiban, serta sanksi bagi tahanan dan narapidana.
Setiap kamar hunian mengirimkan tiga peserta, untuk mengikuti perlombaan yang menguji pemahaman mereka terhadap aturan yang berlaku, selama menjalani masa pembinaan.
Materi yang dilombakan merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 8 Tahun 2024.
Para peserta harus melewati beberapa tahapan lomba, mulai dari sesi pemahaman hingga babak cepat tepat yang berlangsung sengit.
Delegasi dari Kamar 6 berhasil keluar sebagai juara pertama, dengan perolehan nilai tertinggi, disusul Kamar 3 di posisi kedua.
Jalannya perlombaan turut disaksikan oleh warga binaan lainnya, yang memberikan dukungan penuh kepada para peserta.
Salah satu warga binaan berinisial AM mengaku, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi dirinya dan rekan-rekan lainnya.
“Kami merasa diberi kesempatan untuk belajar dan memahami aturan yang berlaku. Ini sangat membantu kami, selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Usman Bakri menjelaskan, bahwa lomba ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman warga binaan terhadap aturan hukum, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan mereka memahami hak dan kewajiban, serta konsekuensi dari setiap pelanggaran,” katanya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya memberikan apresiasi atas partisipasi aktif para peserta.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan, agar warga binaan lebih sadar aturan dan memiliki pengetahuan yang baik,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan pembinaan yang mengedepankan aspek edukasi dan kemanusiaan,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta menciptakan suasana kebersamaan di lingkungan Lapas Wahai.




