
Lapas Kelas III Wahai bersinergi dengan Polsek Wahai melaksanakan penggeledahan, di blok hunian secara humanis, Selasa (21/4/ 2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bersinergi dengan Polsek Wahai melaksanakan penggeledahan di blok hunian secara humanis, Selasa (21/4/ 2026).
Kegiatan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan lembaga pemasyarakatan tetap terjaga dengan baik.
Di area hunian warga binaan petugaa menerapkan pendekatan persuasif, sehingga kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pelaksanaan razia tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Ia mengingatkan, seluruh petugas agar tetap bersikap sopan dan komunikatif saat menjalankan tugas.
“Fokus kami adalah mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini, namun tetap dengan pendekatan profesional dan humanis, agar tidak menimbulkan ketegangan di dalam lapas,” ujarnya.
Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak Polsek Wahai. Ajun Inspektur Polisi Dua La Rahman menyebut, kolaborasi antarinstansi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga stabilitas keamanan.
“Kami mendukung langkah preventif ini. Sinergi seperti ini sangat penting, untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, khususnya di lingkungan Lapas Wahai,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari lemari, tempat tidur, hingga area sanitasi. Para warga binaan terlihat kooperatif, dan mengikuti seluruh arahan petugas tanpa adanya perlawanan.
Dari hasil penggeledahan tersebut, berhasil ditemukan dan diamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.
Barang-barang tersebut meliputi tiga paku, satu alat cukur, satu botol kaca, serta dua butir obat. Seluruh barang bukti selanjutnya akan didata, dan dimusnahkan sesuai prosedur.
Atas terlaksananya kegiatan ini, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan baik.
“Pendekatan humanis seperti ini perlu terus dipertahankan agar keamanan tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian arahan kepada warga binaan terkait pentingnya menaati peraturan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Hingga kegiatan berakhir, situasi di Lapas Wahai dilaporkan tetap aman dan terkendali.




