
Kegiatan panen sayuran kangkung hasil budidaya sistem hidroponik, yang dikelola langsung oleh warga binaan di lingkungan Lapas Wahai, Selasa (28/4/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai terus menunjukkan konsistensinya, dalam mendukung program kemandirian pangan. Hal ini dibuktikan, melalui kegiatan panen sayuran kangkung hasil budidaya sistem hidroponik, yang dikelola langsung oleh warga binaan di lingkungan lembaga pemasyarakatan, Selasa (28/4/2026).
Pada panen kali ini, berhasil dikumpulkan sekitar tiga kilogram, atau setara dengan sepuluh ikat kangkung segar yang tumbuh dengan subur.
Seluruh hasil panen tersebut tidak diperjualbelikan, melainkan langsung disalurkan ke dapur lapas, untuk kemudian diolah menjadi menu makanan sehat bagi seluruh warga binaan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Panen kangkung hari ini memang langkah yang sederhana, namun memiliki makna yang sangat besar. Kami ingin memastikan, bahwa warga binaan mendapatkan asupan sayuran yang bersih, sehat, dan segar. Dengan memproduksi sendiri, kami tidak hanya menjamin kualitas dan kandungan gizinya, tetapi juga sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain bermanfaat untuk pemenuhan konsumsi, program ini juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan nilai tambah, berupa pengetahuan dan keterampilan selama masa pembinaan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menyampaikan, bahwa keberhasilan budidaya ini tidak lepas dari kedisiplinan warga binaan dalam merawat tanaman setiap hari, terutama yang ditanam menggunakan media pipa paralon.
“Program hidroponik ini terbukti menjadi sarana pembinaan kemandirian yang sangat efektif. Para warga binaan diajarkan teknik bercocok tanam secara modern, yang nantinya dapat menjadi bekal keterampilan, untuk mereka gunakan saat kembali hidup bermasyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan langsung hasil panen untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan lapas juga menjadi motivasi tersendiri bagi warga binaan, untuk terus meningkatkan kualitas dan hasil produksi yang dihasilkan.
Apresiasi atas inovasi ini juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia menilai, pemanfaatan lahan yang terbatas menjadi lahan budidaya yang produktif merupakan langkah nyata, dalam mewujudkan transformasi pemasyarakatan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan lahan sempit untuk dijadikan tempat budidaya hidroponik yang produktif ini merupakan bentuk kerja nyata, yang sangat mendukung upaya kemandirian pangan. Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan ditingkatkan kapasitas produksinya, agar pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan warga binaan dapat terpenuhi secara lebih optimal,” ungkapnya.
Dia berharap kedepannya, kegiatan budidaya kangkung hidroponik di Lapas Wahai ini dapat menjadi contoh dan penyemangat bagi seluruh jajaran, untuk terus berinovasi menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat.
“Program ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi warga binaan, tetapi juga berpotensi mendukung terwujudnya ketahanan pangan di lingkungan sekitar,” tutup Ricky.




