
Kegiatan literasi, yang berlangsung di area beranda Lapas Wahai, Selasa (12/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus gencar mengembangkan budaya gemar membaca, sebagai bagian utama dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Kegiatan literasi yang berlangsung di area beranda Lapas, Selasa (12/5/2026) ini menjadi wadah bagi mereka, untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai positif, selama menjalani masa pembinaan.
Melalui penyediaan fasilitas pojok baca serta beragam koleksi buku, dan bahan bacaan, warga binaan didorong untuk memperluas wawasan, sekaligus membentuk pola pikir yang lebih konstruktif.
Hal ini diharapkan menjadi bekal berharga, yang akan sangat berguna saat mereka nanti kembali berintegrasi ke tengah masyarakat.
Berdasarkan pengamatan Staf Bidang Pembinaan, Frans Tepal, antusiasme warga binaan terhadap kegiatan membaca ini terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan belakangan ini.
Ia menyebutkan, fasilitas baca kini menjadi salah satu sarana yang paling sering dikunjungi dan dimanfaatkan, untuk mengisi waktu luang mereka.
“Kami melihat sendiri, saat ini membaca sudah menjadi pilihan utama warga binaan, dalam mengisi waktu kosong. Bagi kami, literasi bukan sekadar kegiatan hobi semata, melainkan sarana penting untuk mengubah cara pandang dan pola pikir mereka, agar kelak lebih siap dan matang saat kembali ke masyarakat,” ujar Frans.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menambahkan, ketersediaan bahan bacaan dengan berbagai tema dan topik sangat mendukung kelancaran seluruh rangkaian program pembinaan, yang diterapkan di lingkungan pemasyarakatan.
“Fasilitas ini sengaja kami siapkan dan kembangkan, demi menumbuhkan budaya membaca di lingkungan Lapas Wahai. Lewat kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan hiburan yang sehat dan mendidik, tetapi juga menambah ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi pembentukan karakter, dan kepribadian mereka di masa depan,” tegas La Joi.
Dukungan dan apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
“Keberhasilan menanamkan budaya literasi, di dalam lembaga pemasyarakatan merupakan investasi jangka panjang, yang sangat berharga, untuk meningkatkan kualitas hidup warga binaan,” tutup dia.





