
Lapas Kelas III Wahai penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, di sekitar lingkungan lembaga tersebut, Jumat (29/5/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Nilai berbagi dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, melalui aksi sosial penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu, di sekitar lingkungan lembaga tersebut, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area luar lapas ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah, yang diselenggarakan secara rutin, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga sekitar.
Bantuan yang disalurkan berupa paket beras, untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat pasca perayaan hari raya.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi menyatakan, kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai kemanusiaan, dan semangat berbagi yang terus ditanamkan di lingkungan pemasyarakatan.
“Idul Adha mengajarkan kita arti keikhlasan dan pengorbanan. Kami ingin memastikan, berkah dan kebahagiaan hari raya dapat dirasakan lebih lama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga, sekaligus menjadi jembatan silaturahmi yang baik antara pihak lapas dan masyarakat sekitar,” ujar La Joi.
Bantuan tersebut disambut hangat oleh para warga penerima manfaat. Salah satunya adalah Ratna Rumeon, yang mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Lapas Wahai.
“Biasanya setelah hari raya, harga kebutuhan pokok di pasar cenderung naik, dan kondisi keuangan kami juga mulai menipis. Bantuan ini datang di waktu yang tepat dan sangat membantu kebutuhan keluarga kami, untuk beberapa hari ke depan. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu sekalian dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Ratna.
Hal senada juga disampaikan oleh Tiara Hulubatang, yang menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di akhir bulan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro mengapresiasi langkah humanis, yang diambil oleh jajaran Lapas Wahai.
Menurutnya, pemasyarakatan harus mampu hadir, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di luar lingkungan pembinaan.
“Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan di balik tembok, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif, dan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar. Semoga kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan seperti ini terus dilaksanakan secara konsisten, untuk mempererat hubungan sosial dan membangun citra positif institusi,” kata Ricky.
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, dia berharap, hubungan harmonis antara Lapas Wahai dengan masyarakat sekitar senantiasa terjaga, sekaligus menumbuhkan semangat empati dan kepedulian sosial, di kalangan petugas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.






