
Doa bersama yang digelar Pemkot Ambon, di Gereja Maranatha Jumat (4/9/2026). Foto-Ist/BA
AMBON, BeritaAktual.co – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, doa bersama dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menyerahkan seluruh tugas pelayanan kepada Tuhan, sekaligus mengevaluasi kinerja pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat menghadiri doa bersama yang digelar Pemkot Ambon, di Gereja Maranatha Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, yang jatuh pada 7 September mendatang.
Doa bersama dilaksanakan secara bersamaan di dua lokasi, yakni di Gereja Maranatha untuk umat Kristen, dan di Islamic Center untuk umat Muslim.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta perangkat desa/negeri se-Kota Ambon.
Wali Kota menegaskan, bahwa doa bersama tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial, dalam rangkaian perayaan hari ulang tahun daerah.
“Doa bersama ini jangan hanya dimaknai, sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi ruang bagi kita untuk menyerahkan hidup, dan tugas pelayanan kita kepada Tuhan,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, perjalanan pembangunan Kota Ambon masih diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan.
Karena itu, dibutuhkan kerendahan hati untuk memohon pertolongan Tuhan, sekaligus membangun kebersamaan seluruh elemen, dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Kita menyadari sungguh, bahwa masih banyak keterbatasan yang kita miliki dalam menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, berserah kepada kehendak Tuhan dan memohon pertolongan-Nya menjadi sesuatu yang penting,” katanya.
Wali Kota juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, untuk menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari pergumulan bersama, demi mewujudkan Kota Ambon yang semakin baik.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan persatuan seluruh komponen masyarakat.
Selain mendoakan keberlangsungan pembangunan Kota Ambon, Wali Kota juga meminta jajaran Pemkot Ambon, untuk turut mendoakan pemerintah pusat, agar memberikan perhatian lebih terhadap berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi daerah.
“Saya juga mengajak kita semua, untuk mendoakan pemerintah pusat, agar tergerak memberikan perhatian yang lebih kepada Kota Ambon,” ungkapnya.
Di sisi lain, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN dan PPPK, agar menjalankan tugas dengan penuh kesungguhan.
Setiap pekerjaan yang dilakukan aparatur pemerintah, kata dia, harus ditempatkan sebagai bentuk tanggung jawab, untuk kepentingan masyarakat.
“Kita harus bekerja sungguh-sungguh, karena apa yang kita lakukan semuanya untuk kepentingan masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.
Wali Kota juga meminta aparatur pemerintah, untuk tidak bersikap antikritik terhadap berbagai masukan yang disampaikan masyarakat.
Kritik, menurutnya, harus dilihat sebagai bagian penting dalam proses evaluasi, dan pembenahan penyelenggaraan pemerintahan.
“Jangan kita menjadi orang-orang yang anti terhadap kritik. Setiap masukan dari masyarakat harus kita terima, sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kita ke depan,” tandasnya.
Untuk diketahui, doa bersama tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Ambon, Ny. Sartje Sapulette, jajaran Forkopimda Kota Ambon, serta seluruh aparatur Pemkot Ambon dan perangkat desa/negeri se-Kota Ambon.




