
SORONG, BeritaAktual.co- Komite Pimpinan Kota Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPK FIM-YIP) menggelar aksi demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menuntut pembebasan biaya pendidikan dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi di seluruh Tanah Papua.
Penanggung Jawab Aksi, Yosepus Nauw, menjelaskan bahwa massa berkumpul sejak pukul 09.00 WIT dari dua titik utama, yakni Kampus UMS dan area depan Sorong City, sebelum bergerak melakukan long march menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya.
“Kami tiba di Kantor Gubernur sekitar pukul 12.00 WIT. Sasaran aksi kami ke kantor gubernur karena Gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, sementara Wakil Gubernur bertindak sebagai Ketua Satgas MBG/Badan Gizi Daerah di Provinsi Papua Barat Daya,” tegas Yosepus.
Massa mengaku kecewa karena hingga sore hari tidak ditemui langsung oleh Gubernur PBD maupun Wakil Gubernur PBD. Sejumlah pejabat Sekretaris daerah,kesbang pol papua barat daya,sempat hadir di hadapan massa. Namun, massa menolak beraudiensi dengan perwakilan tersebut.
“Tujuan kami bukan bertemu mereka. Kami menuntut kejelasan sikap dan tanggung jawab langsung dari Wakil Gubernur yang menjalankan fungsi Ketua Satgas MBG,” tambahnya.
Aksi ini menyoroti insiden dugaan keracunan makanan di SMP Muhammadiyah Km 10 yang menimpa 33 siswa dan 5 guru. Karena belum mendapat respon langsung dari pimpinan daerah, massa memberikan ultimatum dan mengancam akan kembali dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Kami akan kembali dengan konsolidasi massa yang lebih banyak dan dengan cara yang berbeda. Jika terjadi kasus keracunan lagi atau ada korban jiwa, kami akan datang membawa jenazahnya ke sini, dan pihak pemerintah daerah harus bertanggung jawab,” pungkas Yosepus.(*/Mar).






