
SORONG, BeritaAktual.co — Pemerintah Kabupaten Sorong secara resmi menghibahkan tanah seluas 10 hektar kepada Polda Papua Barat Daya untuk pembangunan markas kepolisian, sebagai wujud dukungan pembangunan dan penguatan keamanan di wilayah Papua Barat Daya.
Penyerahan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima tanah hibah dan penyerahan sertifikat tanah, yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Rabu (14/10/2026).
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, hibah ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan Polda Papua Barat Daya.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya akan berupaya bersama Polda untuk mencukupi kebutuhan sesuai kemampuan fiskal,” ujar Elisa Kambu.
Ia juga menyampaikan aspirasi dari Bupati Sorong agar gedung markas Polres yang saat ini sedang dibangun dapat dikembalikan kepada pemerintah daerah apabila Polda nantinya telah pindah ke lokasi baru.
Hal tersebut saat ini masih berupa wacana dan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi.
Elisa juga meminta dukungan dari pihak terkait, khususnya Dinas Pertanahan, untuk memperlancar proses balik nama kepemilikan tanah guna mempercepat proses pembangunan.
Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan pemerintah daerah. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar-instansi dan pendekatan community policing dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.
Brigjen Hengki juga mengusulkan peningkatan tipe Polda Papua Barat Daya menjadi Tipe A. Hal ini dinilai penting mengingat kompleksitas permasalahan wilayah, status sebagai garnisun militer besar, serta posisi sebagai pintu gerbang ekonomi Papua.
Saat ini, jumlah personel Polda Papua Barat Daya baru mencapai sekitar 42% dari Dokumen Sumber Daya Personel (DSP) sebanyak 9.000 orang, angka yang masih jauh dari ideal untuk kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Dana untuk pembangunan markas komando dan rumah sakit sudah siap untuk tahun depan. Selanjutnya, pengembangan Sekolah Polisi Negara (SPN) dan Satuan Brimob akan dilanjutkan setelah pembangunan markas dan rumah sakit selesai dilaksanakan,” jelas Brigjen Hengki.
Pihaknya juga merencanakan pembentukan unit pariwisata atau Tourism Police sebagai respons terhadap kebutuhan pengamanan sektor pariwisata yang terus berkembang di Papua Barat Daya.(*/Mar)






