Kampung Malasigi, kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. (Foto/Design: Sumarni)
Bagikan berita ini
Di tepi aliran yang dulunya keruh, pelepah pisang terhampar lembut, bukan sekadar daun tua yang luruh, ia menyaring lumpur, memberi harapan yang baru. Air perlahan tenang, bening kembali, membawa kehidupan ke setiap rumah di tanah leluhur tempat cerita bersemi, Kampung Malasigi menyambut cahaya yang datang.
Seberkas sinar menembus dedaunan rimbun, menyentuh wajah‑wajah warga yang tenang, alam memberi cara, tanpa suara gemuruh, pengetahuan turun‑temurun tetap bersinar terang. Pelepah pisang tak berbicara banyak, hanya bekerja menjaga sumber kehidupan, seperti sinar yang diam‑diam menerangi jalan, bagi Kampung Adat Malasigi, tempat harapan berakar.
Filter air alami dari pelepah daun pisang kering di Kampung Malasigi, kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Dikenal melalui inovasi Filter Terapis atau Hydro B-Leaf Filter, pelepah daun pisang yang sudah dikeringkan dan dijahit dimanfaatkan sebagai saringan air sederhana untuk membantu warga mendapatkan air yang lebih bersih. Inovasi ini dikembangkan oleh Pertamina EP Papua Field. (foto/Sumarni)
Masyarakat adat Suku Moi Kelim di Kampung Adat Malasigi, distrik Klayili, kabupaten Sorong berbaris menyambut para tamu dengan mengenakan pakaian adat tradisional dan menampilkan Tarian Aluyen atau Alen. (Foto/Sumarni)
Ketika Rombongan Pertamina EP Papua Field bersama jurnalis tiba di Kampung Adat Malasigi suasana semakin hidup ketika masyarakat menyuguhkan tarian Aluyen, yang diiringi alunan suara suling dan tiupan musik dari kerang. Selanjutnya prosesi pengalungan kalung manik-manik, serta tradisi menginjak pelepah daun pisang sebagai tanda kedatangan rombongan disambut para leluhur. (Foto/Sumarni)