
KOTA SORONG, BeritaAktual.co – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kota Sorong resmi membuka dua kegiatan pelatihan sekaligus, yaitu Diversifikasi Pangan Lokal Pembuatan Stik Sukun Mentega serta Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Industri Kecil Pembuatan Abon Ikan. Acara berlangsung di Hotel Rylich Panorama, Kamis (5/11/2026).
Ketua Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong dan Dinas Perindustrian yang telah menginisiasi kegiatan ini dengan dukungan anggaran Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 100 terdiri dari 50 peserta pelatihan stik sukun dan 50 peserta Abon ikan untuk mama-mama papua
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang pelatihan, tetapi juga tentang memberikan kesempatan, kepercayaan, pengetahuan, dan ruang bagi perempuan untuk berkembang serta mengambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya
Ia menjelaskan bahwa buah sukun dan hasil perikanan merupakan kekayaan daerah yang selama ini banyak dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui pelatihan ini, mama-mama diajak mengolahnya menjadi produk bernilai tambah stik sukun mentega dan abon ikan yang lebih awet, menarik, dan berdaya jual tinggi.
Kegiatan ini juga dilandasi dua regulasi, yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.
Jemima menekankan bahwa produk yang dihasilkan tidak sekadar enak, tetapi juga aman dikonsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan.
Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami cara menentukan kualitas bahan baku, menghitung biaya produksi, menetapkan harga jual, menjaga kebersihan, serta memanfaatkan media digital untuk pemasaran. Jemima juga mendorong peserta membentuk kelompok usaha agar produksi dapat berjalan berkelanjutan.
“Dari dapur rumah tangga dapat lahir produk unggulan. Dari buah sukun dapat tercipta usaha makanan ringan. Dari hasil ikan dapat berkembang industri olahan yang bernilai ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Wali Kota Sorong, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Sorong, Amos Kareth, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis mengembangkan potensi pangan lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi menjadi awal terbangunnya usaha produktif yang meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen yang kreatif, produktif, dan mandiri,” ujar Amos.
Pemerintah Kota Sorong berkomitmen terus mendampingi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, termasuk pendampingan pasca pelatihan, pembinaan kelompok usaha, pengembangan kemasan, serta fasilitasi perizinan produk agar produk lokal Kota Sorong dapat bersaing lebih luas.(Mar)







