Papua Barat Rawan Bencana Alam, BNPB Tingkatkan Siaga 24 Jam  1 IMG 20210426 WA0030
Daerah

Papua Barat Rawan Bencana Alam, BNPB Tingkatkan Siaga 24 Jam 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, wilayah Papua Barat masuk dalam daerah rawan bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan tanah longsor. Guna menghadapi hal tersebut, BNPB Papua Barat akan selalu berkoordinasi dengan BNPB kabupaten/kota untuk selalu siap siaga 24 jam jika terjadi bencana alam. 

Hal ini disampaikan Derek usai dilaksanakan apel siaga memperingati hari Kesiagaan Bencana Nasional yang berlangsung di lapangan hockey, kampung baru kota Sorong, Papua Barat. Senin 26 April 2021. Apel siaga yang digelar itu juga melibatkan seluruh unsur BNPB kota Sorong, seperti Basarnas TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan juga Radio antar penduduk, mewakili Gubernur apel siaga dipimpin staf ahli Gubernur Papua Barat, Niko Tike bidang ekonomi dan pembangunan.

Papua Barat Rawan Bencana Alam, BNPB Tingkatkan Siaga 24 Jam  4 IMG 20210426 WA0033
Tanggap bencana alam, BPBN Papua Barat gelar apel siaga [Foto: jersy]
Kata Derek, jika dilihat dari kerentanan sangat tinggi dan besar resikonya. Seperti kita ketahui akan kondisi sekarang yang sering terjadi gempa dimana-mana. Tetapi menurutnya, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam sangat bagus. Dia mencontohkan, seperti beberapa kali terjadi bencana banjir di kota Sorong memang ada korban tapi tidak separah di daerah lain. Artinya, analisa masyarakat semakin baik untuk menyelamatkan diri dari bencana yang terjadi. 

“Sebelum digelarnya apel, seluruh personil dan peralatan penyelamatan saat bencana ditinjau langsung oleh staf ahli gubernur. Dalam sambutan gubernur yang dibacakan staf ahli Niko Tike, gubernur meminta semua pihak yang terlibat langsung dalam badan penanggulangan bencana di Provinsi untuk selalu siap siaga selama 24 jam, dan segera bertindak saat terjadi bencana,”ujarnya. 

Usai digelarnya apel secara simbolis BNPB Papua Barat menyerahkan bantuan, berupa masker medis yang diserahkan kepada tokoh-tokoh agama. Selain itu panitia juga menggelar aksi pengumpulan dana bagi korban bencana badai Seroja Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang mana panitia menyediakan 5 karton yang diletakkan di depan podium. Undangan dan peserta apel memberikan sumbangannya yang diletakkan dalam karton tersebut. selain menggelar apel siaga, rencananya BNPB juga akan membagi-bagikan masker dan menggepar seminar peningkatan kapasitas bagi personil penyelamatan. [jersy]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.