Dipastikan Harga Elpiji Akan Turun, Emak-Emak Ngaku Bisa Terus Glowing 1 WhatsApp Image 2021 10 24 at 02.43.36
Foto :Penyerahan Izin Prinsip Pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)diperkirakan akan mulai terealisasi pada tahun 2022 (foto Arhy)
Daerah Advertorial Aktual Pemerintahan

Dipastikan Harga Elpiji Akan Turun, Emak-Emak Ngaku Bisa Terus Glowing

Bagikan berita ini

SORONG, BeritaAktual.co – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diperkirakan akan mulai terealisasi pada tahun 2022,tentunya pembangunan ini melibatkan sejumlah stakeholder terkait, diantaranya Pemerintah Kabupaten Sorong, PT Pertamina Patra Niaga, dan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Malamoi Olom Wobok yang didukung oleh  Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sumanggar Milton Pakpahan mengatakan, berdasarkan aturan terbaru Pertamina telah terbagi dalam sejumlah sub holding anak perusahaan, dengan tanggung jawab masing-masing, tugas Patra Niaga yakni memastikan agar semua produk Pertamina terdistribusi secara optimal.

“Konsumsi Elpiji non subsidi  di Papua Barat  18.000 tabung perbulannya, dimana 14.000 tabung Bright Gas 12 kilo, 3.600 tabung gas 5,5 kilo, dan 400 tabung gas Elpiji 50 kilo, kebutuhan Papua Barat ini juga baru ditangani 5 Agen, 2 agen di Manokwari dan 3 agen di Sorong, sehingga peluang untuk menjadi agen gas Elpiji masih terbuka luas” kata Milton Pakpahan.

Lebih lanjut Milton Pakpahan menambahkan  data dari hulu suply change Elpiji dari Petrogas Arar sebanyak 14 metrik ton per hari, sehingga dibutuhkan stock 45 hari untuk memenuhi kapasitas pembotolan gas elpiji.

“Selama ini pembotolan dilakukan di Surabaya, sehingga butuh waktu 3 Minggu untuk proses pengisian, sehingga tidak heran jika sering terdengar berita kelangkaan, oleh karena itu ini menjadi sejarah pertama kali pendirian SPBE disini” lanjut Milton Pakpahan.

Bupati Sorong, Johny Kamuru menyerahkan  plakat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) dengan harapan  setelah melewati moment ini dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan gas Elpiji yang diperuntukan bagi masyarakat luas di Papua Barat.

Direktur Bisnis PT Malamoi Olom Wobok, Mohammad Said Noer mengatakan, harga gas Elpiji dipasaran saat ini di Papua Barat lebih tinggi dibandingkan daerah luar Jawa, oleh karenanya hadirnya SPBE yang didukung pemerintah, sekaligus kepercayaan terhadap perusahaan daerah PT Malamoi Olom Wobok untuk mengembangkan kegiatan bisnis yang meningkat.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sorong yang memberi kepercayaan sehingga SPBE ini dapat hadir di Sorong, hadirnya SPBE akan berdampak tidak saja pada harga, namun ketersediaan pasokan gas Elpiji yang dibutuhkan masyarakat” ujar Mohammad Said Noer.

Berdasarkan catatan, untuk harga Elpiji saat ini dipasaran di Papua Barat berkisar antara Rp265.000 hingga Rp280.000, namun dengan adanya SPBE di Sorong, diperkirakan harga gas Elpiji dapat diturunkan hingga Rp160.000 pertabung, sehingga jika SPBE mulai beroperasi, dipastikan harga gas Elpiji akan lebih murah dari harga yang dipasarkan saat ini.

Menyikapi wacana ini Ira yang sehari hari sebagai ibu rumah tangga merasa bersyukur karena bisa menekan biaya pengeluaran bagi kebutuhan keluarga, terlebih bisa merawat diri dan memenuhi perlengkapan wanita. “Kalau harga elpiji turun berkisar dari 30 sampai 40 persen berarti kami bisa menghemat anggaran pengeluaran serta mempertahankan harga skin care biar bisa terus glowing,”ungkap Ira kepada beritaaktual.co [ary]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.