Suplay BBM di Waisai Kembali Normal, Ratusan Warga Rela Antri Berjam Jam di SPBU 1 IMG 20211113 WA0035
Antrian panjang ratusan pengendara roda 2 dan roda 4 di SPBU Waisai Raja Ampat (Foto.Dav)
Ekonomi & Bisnis Daerah Metro

Suplay BBM di Waisai Kembali Normal, Ratusan Warga Rela Antri Berjam Jam di SPBU

Bagikan berita ini

WAISAI, Beritaaktual.co – Antrian panjang ratusan pengendara roda 2 dan roda 4 di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kimindores Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat terjadi sejak pagi hari Sabtu (13/11/21).

Terlambatnya pasokan minyak ke Kabupaten Raja Ampat menyebabkan ratusan pengendara rela mengantri berjam-jam untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak pagi hari, pasokan ini terkendala beberapa faktor teknis sehingga tidak sesuai dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Salah seorang warga mengungkapkan, sudah menunggu didepan pintu masuk SPBU sejak pagi hari demi mendapat BBM petralite. “Kami sudah menunggu disini dari pagi dan berharap bisa mendapat minyak,” tuturnya kepada beritaaktual.co

Kesempatan yang sama, salah seorang petugas SPBU yang enggan menyebutkan namanya menerangkan, bahwa saat ini pasokan bahan bakar minyak jenis petralite di kota Waisai kembali normal dan dijual seharga 7.850 (tujuh ribu delapan ratus lima puluh rupiah) per liter. 

“Warga tidak usah panik, minyak ini sudah lancar jadi tidak perlu desak – desakan. Kemarin dari Disperindag ada awasi, dua hari sudah ada tim yang turun. Ada dua orang dibagi ke masing masing tempat (SPBU), ” ujarnya

Data yang berhasil dihimpun beritaaktual.co masing-masing kendaraan dibatasi dan hanya diperbolehkan mengisi petralite sebanyak 30 hingga 50 liter, sedangkan untuk roda empat (mobil) sebanyak 100 liter. 

“Jadi untuk motor kecil 30, motor besar 50 dan mobil 100 liter. Tapi sekarang tidak dibatasi sehingga warga boleh mengisi ful karena minyak sudah mulai lancar,” terangnya. [dav]

 

 


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.