Selama Pandemi Corona, Kasus Kejahatan di Kota Sorong Meningkat 1 IMG 20200410 WA0046
Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.Ik. M.H,.
Hukrim

Selama Pandemi Corona, Kasus Kejahatan di Kota Sorong Meningkat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.Ik. M.H,. mengatakan, kejahatan di Kota Sorong semakin meningkat di tengah wabah pandemi virus Corona. Kasus kejahatan yang meningkat ini adalah kasus 3C, yakni Pencurian dan Kekerasan (Curas), Pencurian dan Pemberatan (Curat), serta Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

“Jadi crime totalnya sudah meningkat sampai 50 persen, dan rata-rata kejahatannya adalah 3C yakni Curat, Curas dan Curanmor, bukan kejahatan korupsi, itu nggak ada,”ujar Kapolres Sorong Kota usai melakukan pertemuan dengan Walikota Sorong bersama unsur Muspida, Kamis 09/04/2020.

Menurut Kapolres, ditengah mewabahnya virus ini, banyak sektor yang terdampak, salah satunya sektor ekonomi yang tertekan sehingga memaksa sebagian orang melakukan kejahatan. Karena lanjut dia, kondisi ekonomi dengan angka kejahatan erat kaitannya, saat perekonomian melemah, angka kriminalitas sudah pasti meningkat.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota Sorong untuk benar benar memperhatikan masalah ini.

“Saya sampaikan juga dengan Walikota, mohon dipertimbangkan dengan bijak. Kalau masalah masuk penjara saya lebih kasihan sama masyarakat, karena hanya demi memenuhi kebutuhan perut aja mereka akan melakukan tindakan kriminal. Itu loh yang disayangkan. Semuanya harus benar-benar terakomodir, jangan karena masalah Covid-19 selesai tapi masalah baru muncul dari dampak tadi,”tutur Kapolres.

Ditambahkan, mengantisipasi munculnya angka kejahatan, pihaknya juga terus memantau pembebasan asimilasi bagi Narapidana. Diketahui, kebijakan tersebut diambil pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona.

“Belum lagi tentang wacana Kemenkumham kemarin untuk dibebaskan 30.000 Napi untuk seluruh indonesia. Tapi kan dalam arti kondisinya masih begini, saya rasa pasti akan menambah masalah lagi yaitu masalah sosial. Masalah dipenjaranya selesai masalah di wilayah bertambah, pasti itu,”jelas Kapolres sembari menambahkan bahwa di kota Sorong sudah ada 84 Napi yang dilepas karena program asimilasi dari Kemenkumham. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.