Diancam Lewat WhatsApp, Edo Kondologit Laporkan Salah Satu PAC PDIP ke Polres Sorong Kota  1 IMG 20200716 WA0023
Hukrim Metro

Diancam Lewat WhatsApp, Edo Kondologit Laporkan Salah Satu PAC PDIP ke Polres Sorong Kota 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kota Sorong, Ehud Eduard Kondologit yang akrab disapa Edo Kondologit, Kamis 16 Juli 2020 melaporkan salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP berinisial JR. Ini dilakukan Edo pasalnya ia diancam oknum tersebut melalui pesan singkat WhatsApp Groups.

Wakil Ketua Bidang Hukum PDIP kota Sorong, Yosep Titirlolobi SH yang ditemui usai membuat Laporan Polisi (LP) di Polres Sorong Kota mengatakan, laporan yang dilakukan oleh Ketua DPC PDIP kota Sorong atas perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP lantaran pengancaman tersebut dinilai dapat membahayakan nyawa Edo.

“Hari ini saya mendampingi ketua DPC PDIP kota Sorong untuk membuat laporan polisi tentang pengancaman yang dilakukan oleh salah satu PAC PDIP Kota Sorong. Tentunya pengancaman tersebut masuk dalam Undang undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE,” ujar Yosep. Kamis 16/07/2020.

Dikatakan Yosep, pengancaman yang dilakukan oleh JR berawal dari Edo Kondologit yang diperintahkan langsung oleh DPP PDIP untuk melakukan penyegaran kepengurusan PDIP kota Sorong.

Dimana dalam kepengurusan PDIP, Edo sebagai ketua DPC PDIP kota Sorong berhak mengganti pengurus-pengurus, orang yang dinilai sudah tidak berkompeten, atau tidak berkontribusi di dalam kepengurusan partai.

“Artinya bahwa apa yang dilakukan pak Edo ini atas perintah DPP. Jadi partai ini bukan partai keluarga yang siapa saja bisa kita pertahankan. Partai ini siapapun yang bekerja maksimal maka akan dipertahankan oleh partai,” jelas Yosep.

Yosep juga sangat menyayangkan pengancaman yang dilakukan oleh PAC tersebut. Menurut Yosep, permasalahan itu seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus melakukan pengancaman yang dinilai membahayakan nyawa seseorang.

“Sebagai kuasa hukum juga saya sangat menyesalkan pengancaman itu, kenapa tidak bisa berkomunikasi langsung dengan ketua DPC, kenapa tidak bisa berbicara dari hati ke hati, atau empat mata dengan ketua DPC. Kenapa mesti melakukan pengancaman-pengancaman seperti itu,” sesal Yosep.

Pada prinsipnya sambungnya, ia bersama Edo Kondologit menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian, dan akan mengawal kasus tersebut sampai ke tingkat pengadilan.

Sementara itu Ketua DPC PDIP kota Sorong, Edo Kondologit mengatakan bahwa ia harus melaporkan pengancaman tersebut ke kepolisian. Sebab, baginya setiap orang yang terjun ke politik harus berpolitik secara santun bukan dengan cara premanisme.

“Sudah saatnya kita berpolitik secara bermartabat, kita harus berpolitik dengan santun dan ikuti jalur yang benar. DPC PARTAI PDIP pada prinsipnya adalah musyawarah mufakat, artinya kalau ada apa-apa bisa kita bicarakan,” terangnya.

Lanjut Edo menjelaskan, dalam hal ini pihaknya melakukan penjaringan karena perintah dari DPP harus mulai menjaring pengurus-pengurus partai dan pengurus partai itu bukan satu orang saja karena butuh pengurus dimulai dari anak rantai PAC, Ketua, Sekretaris, Bendahara ranting dan anak ranting. Sudah pasti pihaknya butuh banyak sekali penjaringan dengan mencari tokoh-tokoh yang pantas untuk dijadikan sebagai pengurus partai.

“Dan yang kita jaring ini belum tentu mau, kita harus pastikan dulu. Kalau orangnya sudah oke baru kita akan bawa rapat untuk kita bahas, jadi bukan semena-mena kita mau mengganti orang, karena Itu ada mekanismenya,” papar Edo.

Menurut Edo, dirinya harus mengambil langkah tegas dengan melaporkan pengurus-pengurus yang dinilai melakukan tindakan premanisme untuk menyelesaikan masalah. Apalagi tindakan yang dilakukan berupa ancaman kekerasan.

“Bentuk pengancamannya adalah jangan coba-coba mengganti pengurus PAC, maka nyawa menjadi taruhannya. Ini kan ancaman pembunuhan. Itu melanggar sekali hak kita, sebagai warga negara saya punya hak juga untuk membela. Sudah Seharusnya kita bergerak secara hukum agar kedepan hal-hal seperti ini terjadi lagi,” pungkas Edo. [*/dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.