Pelaku Penganiayaan Ipar Edo Kondologit Terungkap, 15 Anggota Dapat Hukum 1 IMG 20201007 WA0064
Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi Press Conference di Polres Sorong/Humas Polda Papua Barat. [Foto: istimewa]
Hukrim

Pelaku Penganiayaan Ipar Edo Kondologit Terungkap, 15 Anggota Dapat Hukum

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kasus penganiayaan dan meninggalnya RU yang tak lain adalah ipar dari Edo Kondologit pada Kamis, 03/10/2020 lalu, kini mulai ada titik terang.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan, dari hasil investigasi tim Dirkrimum serta Bidpropam Polda Papua Barat, Rabu 07/10/2020, pihaknya telah memeriksa 35 orang dan meminta keterangan selama seminggu, alhasil pelaku sudah diketahui dan mengaku perbuatanya. Pelaku  berinisial HA yang merupakan tersangka kasus begal.

“Tersangka HA sudah mengakui perbuatannya, pengakuan itu sesuai pemeriksaan beberapa barang bukti serta rekaman CCTV, dimana semua terdapat penyesuaian,” terang mantan Kapolres Manokwari ini dalam siaran pers yang diterima BeritaAktual.co Rabu, 07/10/2020.

Meski berkas sudah lengkap atau sudah tahap I dan langsung dilimpahkan ke Kejaksaan, namun berkas di P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) oleh Jaksa karena ada petunjuk berkas rekaman cctv di ruangan sel Polres Sorong kota tersebut harus dilengkapi hasil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Makasar. Selain itu jaksa juga minta dimasukan pasal 338 KUHP, dari pasal awal pasal 351 ayat 3 KUHP,” jelas

Lanjut dia, pada Rabu 09 September 2020 lalu, pihaknya sudah melaksanakan sidang disiplin terhadap lima personil Satuan Tahti Polres Sorong kota. Lima personil ini sudah ditindak dan sidang disiplin oleh Bidpropam Polda Papua Barat.

“Lima personel ini mereka dikenakan pelanggaran disiplin karena tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur, dengan hukuman penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, menunda pendidikan, juga teguran tertulis,” tegasnya.

Sedangkan 10 personel Satreskrim Polres Sorong kota juga mendapatkan sidang disiplin karena mereka juga mempunyai tanggung jawab dan prosedur dalam melaksanakan tugas, karena saat korban meninggal masih dalam penanganan dan tanggung jawab Tim Satreskrim Polres Sorong kota. 

“Mereka 10 personel itu juga mendapatkan sanksi tegas berupa penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, tunda pendidikan dan teguran tertulis,” pungkasnya. Erwindi.

Sebelumnya, Polsek Sorong Kepulauan mengamankan RU pelaku yang diduga pembunuhan dan pemerkosaan terhadap AO (60), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ditemukan tewas kediamannya di Jalan Macan Tutul, Pulau Doom, Kota Sorong, Kamis 3 September 2020 lalu.

RU yang merupakan Ipar dari Edo Kondologit itu sempat ditahan di sel Polres Sorong Kota dan diduga dianiaya oleh tahanan lainnya hingga babak belur.  Sayangnya, RU dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah dilarikan ke rumah sakit, pada Jumat 28 Agustus 2020, kasus ini terus bergulir hingga kini. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.