Korupsi Buku Fiktif 2.4 Miliar, Kabid Dinas Pendidikan Tebing Tinggi Ditahan 1 IMG 20201015 WA0011
Dinas Pendidikan Tebing Tinggi [Foto: wek]
Hukrim

Korupsi Buku Fiktif 2.4 Miliar, Kabid Dinas Pendidikan Tebing Tinggi Ditahan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

TEBING TINGGI, BeritaAktual.co Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi akhirnya menahan Kepala Bidang (Kabid) dari Dinas Pendidikan Tebing Tinggi berinisial EE satu dari tiga tersangka kasus pengadaan buku fiktif tahun ajaran 2020 sebesar 2.4 miliar. Rabu, (14/10/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi melalui Kasi Intel Ranu didampingi Kasi Pidsus Chandra kepada wartawan, Kamis Sore (15/10/2020) membenarkan jika pihaknya telah melakukan penahanan terhadap tersangka EE pada Rabu, (14/10/2020) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tebingtinggi usai menjalani pemeriksaan sekira pukul 17.00 WIB.

“Benar kita sudah melakukan penahanan terhadap EE satu tersangka korupsi pengadaan buku fiktif tersebut. Sebelumnya pada September lalu kita sempat menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini, yakni PS, MP, dan EE,,” kata dia. Kamis, 15/10/2020.

Ranu menjelaskan dalam kasus ini EE sebagai Manager BOS pengadaan buku tersebut sementara dua tersangka lainnya juga merupakan pegawai di Dinas tersebut. Namun untuk PS dan MP tidak dilakukan penahanan lantaran mereka dinilai kooperatif. Berbeda dengan EE saat pemeriksaan terkesan berbelit belit, juga dikhawatirkan dia akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti sehingga dilakukan penahanan.

“EE memberikan keterangan yang berbelit-belit dan sangat mempersulit tim penyidik untuk mendapatkan bukti-bukti lain. Jika tidak ditahan kita juga khawatir dia akan mempengaruhi saksi lain dan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri maka kita lakukan penahanan,” ujarnya.

Saat ini lanjut dia, PS dan MP telah mengembalikan dana masing masing sebesar Rp850.000.000,- dan Rp810.000.000,- sehingga total dana pengembalian sebesar RP1,6 miliar dan sisanya 800 juta akan dikembalikan tersangka di pengadilan.

“Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk para kepala sekolah, guru dan lain lain. Untuk MP, PS dan EE dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 56 ayat (1) KUHPidana,” tandasnya.

Sebelumnya, MP, PS dan EE terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan buku panduan pendidikan Sekolah SD dan SMP senilai 2.4 miliar yang berasal dari Anggaran Alokasi Umum (DAU) Tahun 2020. Pengadaan buku-buku itu tidak pernah disalurkan ke 76 sekolah SD dan 10 SMP di Tebing Tinggi karena tidak pernah dibeli alias fiktif sementara dana 2.4 miliar sudah dicairkan. [wek]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.