Kasus Penyerangan di Atkari Misool Utara, Polisi Tetapkan 1 Orang Tersangka 1 IMG 20201130 WA0017
Kasat Reskrim, AKP Nirwan Fakaubun, SIK, [Foto: derek]
Hukrim

Kasus Penyerangan di Atkari Misool Utara, Polisi Tetapkan 1 Orang Tersangka

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co – Polres Raja Ampat telah menetapkan satu orang sebagai tersangka atas kasus penyerangan dan pemukulan yang terjadi di kampung Atkari, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pada Sabtu 24/10/2020 lalu. 

Kasat Reskrim, AKP Nirwan Fakaubun, SIK, menerangkan bahwa, penyerangan yang terjadi di kampung Atkari bermula saat relawan dari Aliansi Raja Ampat Bersatu (Arab) usai melakukan sosialisasi coblos kolom kosong atau kotak kosong pada Sabtu 24/10/2020 sekitar pukul 23,15 WIT. 

“Infonya dari pihak kolom kosong atau kotak kosong mereka tidak puas dengan penanganan perkara ya silahkan mereka buat pra peradilan. Yang jelas kasus ini jalan kecuali tersangkanya kita tidak tahan, oke kita di demo tidak ada masalah, tapi kan kasus ini sudah jalan, entah nanti penambahan tersangkanya nanti kita lihat,” ujarnya Sabtu, 28/11/2020. 

Terkait informasi tentang penahanan satu orang yang kini tengah berada di sel bukan sebagai pelaku utama penyerangan di Atkari, menurut Nirwan pihaknya sudah memintai keterangan dan memeriksa 8 orang saksi, hasilnya 1 orang yang berada dalam sel tahanan mengakui bahwa dia yang melakukan pemukulan.

Dikatakan Nirwan, saat dilakukan pemeriksaan, korban tidak mengetahui siapa yang memukulnya, sedangkan saksi yang melihat terjadinya pemukulan juga tidak ada. Dalam pemeriksaan lanjut Nirwan, pihaknya meminta apakah ada keterangan lain yang mau ditambah oleh korban, juga tidak ada. 

“Jadi jangan membuat beralibi, kalau bicara bukti ayo bawa bukti kesini. Anda punya saksi silahkan bawah datang kesini. Yang jelas kasus ini tetap jalan kecuali kasus tidak jalan, itu sebabnya kasus jalan makanya sudah ada tersangkanya, soal tambah tersangka itu urusan nanti masalah belakangan. Berkas perkara lengkapi dulu, kalau mereka tidak puas datang bersaksi, bawah bukti-bukti silahkan yang jelas kita tidak ada tebang pilih. Kita polisi netral,” bebernya. 

Lanjut Nirwan menyampaikan, untuk penanganan perkaranya bukan dikenakan undang undang pemilu, tetapi perkara umum masuk situasi pemilu karena jika perkara pemilu masuk dalam undang undang 10 Tahun 2016. ini perkara umum dalam situasi pemilu. “Makanya saya sampaikan disini tolong pihak dari kotak kosong (ARAB) tolong koperatif. Saat rapat bersama di aula wayag kantor bupati, Charles Imbir berbicara diluar dari pada kapasitasnya. Anda jangan buat gerakan tambahan, kecuali kita (polisi) tidak tangani kasus boleh,” paparnya. 

Terkait kasus pemukulan di posko kandidat pemenang Faris – Ori, Nirwan menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat bahwa OI masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Ini disebabkan karena dua kali sudah dilakukan pemanggilan namun tidak hadir. Aturan sebenarnya sesuai prosedur panggilan kedua harus jemput paksa, namun tidak hadir maka terbitlah status DPO. 

“Sekarang sudah melalui gelar perkara, dan terkait pemukulan Agus di halaman polres juga dari pihak For4, tiga orang kita tahan. Mereka ini tipu dan membohongi Kapolres karena dalam rapat yang kita ikuti bersama, mereka janji akan menyerahkan tersangka tapi sampai sekarang tidak ada. Malah mereka datang kemari demo dengan membawa pengacara Johnson Panjaitan, itu kan namanya sangat tidak koperatif, tidak mendukung apa yang mereka sampaikan di rapat kemarin. Jadi untuk tersangka OI sampai sekarang masih DPO, mau lari sampai dimana pasti dia akan ditangkap juga,” pungkasnya. [drk]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.