Bandar Narkoba Yang Sempat Kabur Dengan Tangan Terborgol Ini Berhasil Ditangkap Ditnarkoba Polda PB 1 IMG 20201203 WA0039
SM (43) DPO Bandar Narkoba Ditangkap Ditnarkoba Polda PB [Foto: sus]
Hukrim

Bandar Narkoba Yang Sempat Kabur Dengan Tangan Terborgol Ini Berhasil Ditangkap Ditnarkoba Polda PB

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Tim Direktorat Narkoba Polda Papua Barat berhasil menangkap Bandar Narkoba berinisial SM (43) yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi menjelaskan, pada 27 November 2020 lalu, SM (43) berhasil ditangkap Ditnarkoba pada saat sedang melakukan transaksi Narkoba jenis ganja di pelabuhan Marampa Manokwari, Papua Barat. 

“Dari hasil pengembangan diketahui, SM mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya FB yang juga merupakan seorang bandar, yang hingga kini masih masuk DPO dan masih dalam pengejaran Satnarkoba,” terang Adam Erwindi dalam Konferensi Pers, di Mapolda, Kamis 03 Desember 2020. 

Dari penangkapan tersebut dikatakan, tim berhasil mengamankan ganja dari tangan SM sebanyak 42 kantong seberat 800 gram, yang siap diedarkan di Kabupaten Manokwari Selatan. 

“Tersangka telah mengakui perbuatannya dan telah diambil keterangan oleh Direktorat dan masih melakukan pengembangan hingga kini. FB yang merupakan rekanan SM ini masih DPO (buron) sampai saat ini,” jelas mantan Kapolres Manokwari ini. 

Menurut Erwindi, SM ditangkap pada Jumat 27 November 2020 dini hari sekira pukul 4.30 WIT, dan pada saat akan dilakukan proses pemeriksaan terhadap SM, ia sempat melarikan diri dengan menggunakan Mobil Rush Putih – bernomor polisi PB 1542 L, dengan keadaan tangan masih diborgol. 

Ketika diketahui SM melarikan diri, tim mencarinya arah ke kota Manokwari, berdasarkan informasi yang didapatkan, mobil putih yang keluar dari Polda adalah mobil Rush putih tersebut. 

“Bayangkan saja dalam keadaan sudah seperti itu, dan berada dipolda dengan tangan masih diborgol, ia masih berani melarikan diri. Dia ini memang ia termasuk bandar yang licin. Akhirnya, tiga tim Sat Narkoba menyebar dan memburunya, ke kota Manokwari, Ransiki dan SP wilayah transmigrasi. Akhirnya tersangka ditangkap oleh di Kabupaten Manokwari Selatan – Ransiki,” ujarnya. 

Adam Erwindi menambahkan, pasal yang dikenai primer pasal 144 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman penjara, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menerima, memiliki dan menguasai Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.