Kabur ke Jakarta, Terpidana Kasus Amdal Teluk Wondama Ini Ditangkap di Cilincing 1 IMG 20201214 WA0035
John Laotong, turun dari pesawat dan di bawa langsung dengan mobil tahanan Kejari Manokwari dengan tangan terborgol. [Foto: istimewa]
Hukrim

Kabur ke Jakarta, Terpidana Kasus Amdal Teluk Wondama Ini Ditangkap di Cilincing

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co John Laotong terpidana kasus korupsi anggaran kegiatan pengkajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Teluk Wondama, tahun anggaran 2015, senilai Rp 1 miliar berhasil ditangkap oleh tim Tabur. 

Tim Tabur yang merupakan gabungan dari intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari itu menangkap John Laotong di Jalan Kali Baru Barat RT 002/RW 010 kecamatan Cilincing Jakarta Utara pada Jumat (11/12/2020) sekitar pukul 15.35 WIB.

Kejari Manokwari, Damly Rowelcis menjelaskan, menjadi buronan di Jakarta, John Laotong ditangkap dan langsung dibawa kembali ke Manokwari menggunakan pesawat komersial Batik Air untuk menjalani sisa masa hukumannya 

“John Laotong ditangkap di Cilincing Jakarta Utara dan langsung dibawa ke Manokwari,” jelas Damly kepada sejumlah wartawan, di Bandara Rendani, ketika Jhon Laotong turun dari pesawat dan di bawa langsung dengan mobil tahanan Kejari Manokwari, Senin, 14 Desember 2020. 

Dikatakan Damly, kini terpidana mendekam di Lapas Kelas IIB Manokwari berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2853 K/Pid.Sus/2019 tanggal 9 Oktober 2019. Berdasarkan putusan MA atas kasasinya, John Laotong dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum pidana 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara, sebesar Rp 553 juta subsider 1 tahun kurungan. 

“Setelah tiba di Manokwari terpidana dalam posisi keadaan tangan terborgol dan mengenakan baju tahanan tipikor Kejaksaan Negeri Manokwari. Dia langsung kita eksekusi ke Lapas Manokwari untuk jalani sisa masa hukumannya. Segala sesuatunya sudah lengkap, terpidana bahkan sudah diperiksakan, dipastikan ia sehat dan bebas dari Covid-19,” terangnya. 

Terpisah, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Manokwari, I Made Pasek Budiawan yang dikonfirmasi menuturkan,dana pengkajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup Teluk Wondama itu sepenuhnya dikelola oleh John Laotong. Dalam pelaksanaannya, tersisa anggaran sebesar Rp 553 juta lebih. Namun, oleh terpidana tidak dikembalikan ke kas negara, melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. 

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manokwari saat itu, John Laotong divonis 3 tahun penjara. Namun, ia mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Jayapura. Akan tetapi, hasil dari banding justru memperberat hukuman pidananya menjadi 4 tahun penjara. 

John Laotong kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Selama dalam proses kasasi, masa penahanan terpidana habis yang mengharuskannya keluar demi hukum. Disinilah awal mula terpidana John Laotong berstatus buron.

“Jadi saat kasasinya keluar, John Laotong ini dipanggil kembali untuk dibacakan hasil putusan MA, tetapi dia tak kunjung datang, malah kabur. Hasil putusan MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi, yakni 4 tahun penjara,” bebernya.

Pasek menambahkan, sedikitnya ada dua orang terpidana lagi yang akan ditangkap oleh tim Tabur Kejaksaan. Yang mana penangkapan mereka kemungkinan akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang. 

“Masih ada dua terpidana lagi yang akan ditangkap, kemungkinan tahun depan. John Laotong ini bukti bahwa kalau yang jauh saja bisa kami tangkap, apalagi yang dekat. Jadi mending serahkan diri daripada kami tangkap. Malu dengan orang-orang, malu dengan tetangga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, John Laotong ST MM, adalah mantan kepala Bidang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Perizinan dan Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Teluk Wondama. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.