Adu Mulut, Oknum Polisi di Sorong Bakar Istri Hingga Tewas 1 orang dibakar
ILUSTRASI [sumber foto: Google]
Hukrim

Adu Mulut, Oknum Polisi di Sorong Bakar Istri Hingga Tewas

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG BeritaAktual.co Naas, oknum anggota Polres Sorong kota berinisial PS tega membakar istrinya yang baru saja 5 bulan ia nikahi. Atas insiden tersebut korban yang diketahui berinisial DS dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit setelah hampir sebulan mendapat penanganan medis atas luka bakar yang deritanya. Rabu, (23/06/2021).

Kejadian penganiayaan tersebut bermula tanggal 29 Mei 2021, PS dan DS sempat bertengkar hebat di kediaman mereka yang beralamat di Doom, Sorong Kepulauan. Akibat adu mulut itu, PS gelap mata dan tidak dapat menahan emosi, kemudian ia mengambil minyak tanah dan menyiram ke tubuh DS dan langsung menyalakan korek api dan menyulutkannya ke tubuh DS yang telah berlumuran minyak tanah.

Selayaknya orang yang sedang panik, PS kemudian pura pura berusaha memadamkan api dengan cara memeluk korban. Api memang berhasil padam, tetapi tubuh korban sudah mengalami luka bakar yang sangat fatal. Setelahnya korban dilarikan ke RSUD Sele Be Solu sementara PS mencoba mengelabui tetangga dan saudaranya dengan mengarang cerita bahwa korban terbakar akibat kompor yang berada di dapur rumah meledak dan mengenai korban. Bahkan PS juga sempat berpura-pura pingsan untuk menguatkan keterangan palsunya itu.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan yang dikonfirmasi terkait tindak penganiayaan itu membenarkan semua informasi yang ada sembari mengatakan bahwa PS sudah diamankan di sel Mapolres Sorong Kota.

“Kemarin yang bersangkutan sudah kita amankan. Pastinya PS ini akan dikenakan Kode Etik Profesi Polri dan unsur pidananya. Saya juga pastikan yang bersangkutan akan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), mengingat masa hukumannya pasti diatas 2 tahun. Bahkan kalau apa yang dilakukan oleh PS ini terbukti telah direncanakan sebelumnya, saya bisa pastikan dia akan lebih lama mendekam di penjara,” jelas kapolres Rabu (23/06/2021).

Disinggung soal alibi PS bahwa korban terbakar akibat kompor meledak, Kapolres menampiknya dan mengatakan bahwa yang bersangkutan memang benar-benar menganiaya korban.

“Awalnya PS memang memberikan keterangan seperti itu, tapi kita tidak mungkin percaya begitu saja. Makanya saya kemudian memerintahkan bagian reskrim untuk melakukan pengembangan dan penyelidikan. Hasilnya yah itu tadi, korban meninggal akibat dianiaya oleh PS, bukan karena kompor meledak. sembari menambahkan. Atas insiden ini pihaknya telah menunjukkan kepedulian dengan menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan korban di rumah sakit,” tutupnya. [yes]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.