Saksi Pindah Tugas, Penyidik Kejari Sorong Mengaku Lamban Tuntaskan Kasus Pusling Tambrauw 1 IMG 20210814 WA0022
Kasi Pidana Khusus Kejari Sorong, Khusnul Fuad. [Foto: JAS]
Hukrim

Saksi Pindah Tugas, Penyidik Kejari Sorong Mengaku Lamban Tuntaskan Kasus Pusling Tambrauw

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong mengaku lamban dalam menyelesaikan penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Puskesmas Keliling (pusling) kabupaten Tambrauw tahun 2016 silam karena ada beberapa saksi yang sudah dipindah tugaskan atau tidak berdinas lagi di pemda kabupaten Tambrauw.

Kepada media ini Sabtu, 14 Agustus 2021 Kasi Pidana Khusus Kejari Sorong, Khusnul Fuad menjelaskan, untuk kasus pusling ini, pihaknya telah melakukan beberapa kali pemeriksaan namun mengalami beberapa kendala, diantaranya beberapa saksi sudah pindah tugas atau tidak bertugas lagi di kabupaten Tambrauw namun, masih dalam lingkup Provinsi Papua Barat.

“Tim penyidik sudah melakukan beberapa kali pemeriksaan namun terkendala ada beberapa saksi yang memang sudah tidak di Tambrauw lagi tapi sudah ada di kabupaten lain, tapi masih dalam ruang lingkup Provinsi Papua Barat. Tinggal satu lagi yang mungkin yang kami lakukan pemeriksaan dan kami juga sudah berkoordinasi dengan ahli dari BPKP untuk melakukan pemeriksaan kembali, untuk melakukan audit kembali mengingat dasar penyelidikan kami sebelumnya sudah dibatalkan berdasarkan putusan praperadilan sebelumnya,” ujarnya. Sabtu (14/08/2021).       

Sejauh ini Khusnul menambahkan, penyidik Kejari Sorong juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua Barat untuk menghitung kembali kerugian negara atas kasus tersebut.

Sebelumnya, tim penyidik pidana khusus Kejari Sorong secara bergantian memeriksa Petrus Titit dan Oktavianus Bofra, kejaksaan juga telah memeriksa panitia pengadaan dan pihak kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan setempat untuk masalah perkapalannya, sehingga masih ada beberapa saksi lagi yang akan diperiksa, namun karena kondisi masih diberlakukannya PPKM mereka belum bisa hadir apalagi situasi di masing-masing daerah sangat berbeda dengan aturannya tetapi surat pemanggilan terhadap saksi tambahan sudah dilayangkan. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.