Diduga Pangkas Jatah Guru Dan Honorer, Mantan Kadis Pendidikan Kota Sorong Terancam 1 Tahun Penjara 1 IMG 20210819 WA0100
Kepala Satuan Reskrim Polresta Sorong Kota, Nirwan Fakaubun [Foto: JAS]
Hukrim

Diduga Pangkas Jatah Guru Dan Honorer, Mantan Kadis Pendidikan Kota Sorong Terancam 1 Tahun Penjara

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Satuan reserse dan kriminal Polres Sorong kota unit III tindak pidana korupsi terus memintai keterangan dari mantan kepala dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) kota Sorong, Petrus Korisano bersama bendahara dinas AP terkait kasus tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 460.000.000,- (empat ratus enam puluh juta rupiah) untuk insentif guru organik maupun honorer dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2019 dengan total anggaran sebesar hampir Rp 14.000.000.000,- (empat belas miliar rupiah).

Kepala Satuan Reskrim Polresta Sorong Kota, Nirwan Fakaubun kepada awak media di lobi mapolresta Sorong Kamis siang, 19 Agustus 2021 menjelaskan, pihaknya sudah melakukan audit bersama 

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Papua barat dan hasilnya, terdapat kerugian negara sebesar Rp 461.000.000 (empat ratus enam puluh satu juta rupiah).

Dikatakan Nirwan, modus yang digunakan adalah membayarkan insentif guru organik dan honorer namun tidak dibayar secara utuh tapi dipotong dengan besaran jutaan rupiah. Saat dilakukan pemeriksaan dan penahanan kepada kedua tersangka, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 147.000.000 (seratus empat puluh tujuh juta rupiah) dari kedua tersangka.

“Ada barang bukti yang kita sita juga dari mungkin sebagian dari 460 juta rupiah tersebut yakni sebanyak 147 juta rupiah dari kedua tersangka, mereka sudah tidak menjabat di Dinas P&P kota Sorong. Untuk tersangka PK setelah kemarin Senin kita lakukan pemeriksaan langsung pada hari itu juga kita lakukan penahanan,” ujarnya.

Nirwan menambahkan, untuk keduanya akan dikenakan Pasal 263 dan Pasal 8 KUHP dengan ancaman hukuman minimal satu tahun penjara maksimal 20 tahun penjara. Keduanya kini ditahan di sel tahanan mapolresta Sorong sambil dilakukan pemeriksaan intensif untuk menyelidiki kemana aliran dana tersebut. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.