Dugaan Korupsi 1,9 M Pengadaan Pusling Tambrauw Masuki Tahap II 1 IMG 20211102 WA0008 1
I Putu Adi Wicaksana Kasi Intel Kejari Sorong saat memberi keterangan pers.(Foto Jas)
Hukrim Pemerintahan

Dugaan Korupsi 1,9 M Pengadaan Pusling Tambrauw Masuki Tahap II

Bagikan berita ini

Sorong,Beritaaktual.co.-Keempat orang tersangka dugaan kasus pengadaan speed boat puskemas keliling di Kabupaten Tambrauw tahun anggaran 2016 memasuki tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum,Senin  (01/11/21)

Keempat tersangka yang diserahkan adalah Petrus Titit,Oktovianus Bofra,Yani Asbhi Wali dan Kamarudin Kasim.Sementara barang bukti yang diserahkan sebanyak tiga puluh tujuh dokumen sesuai penetapan penyitaan dari ketua pengadilan negeri sorong/ nomor: 239/pe./pid/2021/pn tanggal 15 juli 2021

“Kemarin Sore (senin) sudah serahkan dalam proses tahap II pada penuntut umum yaitu tersangka dan barang bukti sebanyak 37 dokumen sesuai penetapan sita dari Pengadilan Negeri Sorong. Perbuatan tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke 1 subsidair pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” terang I Putu Adi Wicaksana Kasi Intel Kejari Sorong,Selasa (02/11/21)

Perbuatan para tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) undang-undang tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31/ tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi  junto pasal 55 ayat (1)/ ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsidair pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi  junto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1)  ke-1 KUHP.

Penetapan ini berawal pada tahun 2016 dinas kesehatan Kabupaten Tambrauw melaksanakan kegiatan pengadaan puskesmas keliling dengan nilai kontrak sebesar rp. 2.178.420.000 (dua milyar seratus tujuh puluh delapan juta empat ratus dua puluh ribu rupiah).

Sesuai kontrak tertanggal 01 maret 2016 proyek ini dikerjakan cv ribafa yang dipimpin Yano Asbi Wali, sebelumnya yang bersangkutan telah menandatangani surat perjanjian dengan pejabat pembuat komitmen Oktovianus Bofra.

Usai tercipta kesepakatan,pengerjaan proyek pengadaan yang seharusnya melalui lelang terbuka,realisasinya diluar aturan yang berlaku dengan wewenang dan jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tambarauw (2016) Petrus Titit melakukan penunjukan kepada tersangka Yano Asbi Wali yang mendapatkan mandat untuk mengerjakan proyek tersebut.

Dari proyek tersebut tim audit Badan Pengawasan dan Pembangunan (BPKP)ditemukan kerugian negara sebesar Rp 1.950.6776.090  (satu milyar sembilan ratus lima puluh juta enam ratus tujuh puluh enam ribu sembilan ratus rupiah).

Direncanakan dalam pekan ini keempat tersangka beserta barang bukti  akan diserahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi di manokwari.(JAS)

 

  

 


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.