30 Mahasiswa Sorong Yang Terlantar di Makassar, Walikota Bantu 50 Juta 1 w644 1
30 Mahasiswa Yang Terlantar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak, Selasa malam (31/3/2020).
Metro

30 Mahasiswa Sorong Yang Terlantar di Makassar, Walikota Bantu 50 Juta

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Terkait terlantarnya 30 orang mahasiswa asal Sorong, Papua Barat, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak, Selasa malam (31/3/2020). Walikota Sorong, Lambert Jitmau akan mengirimkan bantuan berupa uang sebesar Rp Rp 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) untuk memenuhi kebutuhan mereka selama di Makassar.

30 mahasiswa tersebut berasal dari beberapa kota studi, seperti Jogjakarta, Malang, Surabaya dan Makassar, yang hendak pulang kembali ke kampung halamannya di Sorong.

“Saya baru telepon perwakilan mahasiswa di Makassar, mereka tetap ada disana, mereka melakukan isolasi atau karantina mandiri di tempat masing-masing. Untuk biaya makan, sebentar saya kirim uang Rp.50 juta untuk mereka bisa makan dan kembali ke tempat masing-masing,” ujarnya di Bandara DEO Sorong. Kamis, 02 April 2020.

Menurut Lambert, dirinya sangat menyayangkan sikap para mahasiswa 30 mahasiswa tersebut, karena tidak mengindahkan imbauan Pemerintah untuk sementara tidak meninggalkan kota study mereka.

“Sangat disayangkan, mereka sudah tahu tapi pura-pura seolah tidak tahu dengan virus yang satu ini. Malah mereka sudah berangkat dari kota kota studi tujuan ke Sorong dan sekarang mereka masih di Makassar dan tidak bisa ikut penerbangan ke Sorong karena Bandara sudah saya tutup,” paparnya.

Terkait hal ini, pihaknya tegas tidak memandang bulu terhadap siapapun. Semua warga harus patuh terhadap aturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah untuk dapat memutuskan penyebaran virus Covid-19, karena menyangkut keamanan warga saya di Kota Sorong.

“Saya tidak pandang bulu, entah dia pejabat daerah atau masyarakat, semua harus patuh terhadap instruksi yang sudah dikeluarkan. Saya lebih mengutamakan keamanan warga saya di kota Sorong. Saya takutkan, mereka yang datang dari luar sudah kena virus dan kalau ada disini mereka bisa saja menyebarkan kepada warga lainnya,”tuturnya.

Pantauan media ini, Bandara DEO Sorong sudah tidak melakukan aktivitas penerbangan sejak Rabu kemarin, 01/04/2020. Hal tersebut berdasarkan instruksi Walikota Sorong bahwa Bandara Deo Sorong ditutup untuk penerbangan komersil

Selain menutup Bandara, Walikota Sorong juga menutup pelabuhan laut untuk pelayaran baik kapal Pelni maupun kapal perintis. Bandara dan pelabuhan laut hanya akan dibuka khususkan untuk mengangkut kebutuhan makanan masyarakat dan untuk pelayanan pengiriman sampel pasien dan peralatan medis. [dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.