Bukan di Udara, Virus Corona Menular Lewat Percikan Air Liur 1 IMG 20200404 WA0004
dr Farida Siagian dan Tim Satgas penanggulangan Covid-19 Kota Sorong.
Metro

Bukan di Udara, Virus Corona Menular Lewat Percikan Air Liur

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Banyak yang beranggapan jika virus Corona atau Covid-19 ini akan melayang layang di udara dan menular dari orang ke orang lain. Menanggapi hal itu Tim Satgas penanggulangan Covid-19 Kota Sorong, dr Farida Siagian menjelaskan, virus Corona tidak menyebar melalui udara melainkan lewat percikan air liur.

Menurutnya, ketika penderita batuk atau bersin tetesan air liur akan mengeluarkan droplet (partikel air liur) yang mengandung bakteri lalu menempel pada benda bisa menyebabkan penularan jika individu lain menyentuh benda tersebut.

“Virus ini terbanyak 88 persen di air liur , 88 persen di tenggorokan, dan 98 persen di paru-paru. Virus ini juga ada di lendir pada ingus, ada juga di feses sekitar 70 persen, di darah ada 12 persen. Sementara di urine (kencing) dan saluran reproduksi tidak ada,” kata dr Farida Siagian belum lama ini.

Untuk itu lanjut dia, masyarakat wajib menetapkan Sosial Distancing dan Physical Distancing, artinya dirumah saja, agar menghindari kontak dengan banyak orang, atau tidak boleh berdekatan minimal 1 sampai 2 meter. “Dengan kita pahami virus ini 88 persen ada di air liur, itu lah yang kita tahu bagaimana mencegahnya, jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker apabila hendak keluar rumah jika mempunyai suatu kepentingan. Penggunaan masker bertujuan agar seseorang tidak menularkan virus corona lewat percikan air liur. Kalau terpaksa harus keluar rumah, misalkan berbelanja harus menggunakan masker.

“Ada istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) artinya, orang tersebut ada virus tapi tidak ada gejala tergantung daya tahan tubuhnya. Itu sebabnya diwajibkan mencuci tangan dengan dua cara, yaitu sabun dan air, sebab virus hanya akan mati ketika mencuci tangan pakai sabun dan air. Cara kedua, pakai hand sanitizer, tapi yang paling bagus cuci tangan pakai sabun bukan hand sanitizer. Hand Sanitizer dibutuhkan saat kita tidak menemukan sabun dan air,” pungkasnya.

Diketahui, Kota Sorong sudah ada dua orang warga yang dinyatakan positif Corona, namun satu orang telah meninggal dunia dan kini tersisa satu orang yang masih dirawat di RSUD Sele Be Solu dengan kondisi yang semakin membaik. Oleh karena itu pemerintah menetapkan Kota Sorong masuk dalam Zona merah atau Zona terjangkit. [*/dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.