Darurat Covid-19, Kemenag PB Harap Masyarakat Tunda Pelaksanaan Akad Nikah 1 IMG 20200408 WA0075
Kepala Bidang Urusan Haji dan Bimas Islam, Kanwil Papua Barat, Asis Hegemur
Metro

Darurat Covid-19, Kemenag PB Harap Masyarakat Tunda Pelaksanaan Akad Nikah

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 yang makin meluas di Indonesia, Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas), Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran baru terkait protokol penanganan Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

Kepala Bidang Urusan Haji dan Bimas Islam, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Papua Barat, Asis Hegemur menjelaskan, surat edaran yang diterbitkan bernomor: P.002/DJ.III/HK.00.7/03/2020 tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid-19 pada area publik. Ketentuan yang diberlakukan adalah, pendaftaran nikah tetap dibuka secara online melalui website simkah.kemenag.go.id. Namun, untuk pendaftaran akad nikah baru diluar Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dilayani. Untuk itu diminta masyarakat untuk menunda pelaksanaan pernikahan dan resepsi saat masa darurat Covid-19.

“Jadi, akad nikah di luar KUA ditiadakan semua dilaksanakan di kantor KUA,” jelasnya kepada Media ini diruang kerjanya, di kantor Kanwil Agama Papua Barat, Rabu 08 April 2020.

Menurut Hegemur untuk pelaksanaan akad nikah, pihaknya hanya akan melayani calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum tanggal 1 April 2020 yang mana pelaksana di kantor KUA. Terutama syarat bagi para mempelai harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ruangan. Selain itu, pengantin dan wali nikah harus menggunakan sarung tangan dan masker saat ijab kabul, begitu juga dengan keluarga yang hadir akan dibatasi hanya 10 orang saja dan harus menggunakan masker.

Hegemur menambahkan, meski dalam situasi terbatas, tetapi pihaknya tetap melayani masyarakat dalam memberikan konsultasi dan informasi secara online. Meski demikian lanjutnya, pelaksanaan akad nikah tidak dapat dilaksanakan secara online, telepon, video call, atau penggunaan aplikasi berbasis web lainnya karena tidak dibenarkan. 

“Akan nikah tetap di KUA sehingga pernikahan sah di mata agama dan hukum.

Itu ketentuan sesuai surat edaran yang diberikan dirjen bimbingan masyarakat Islam, jadi harus dipatuhi agar kita semua terhindar dari virus Corona,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.