Tempuh Jalur Darat, Bantuan APD Dari Pemprov PB Tiba di Kota Sorong 1 IMG 20200408 WA0083
Bantuan APD dari Pemprov PB saat tiba di Kota Sorong.
Metro

Tempuh Jalur Darat, Bantuan APD Dari Pemprov PB Tiba di Kota Sorong

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Alat Pelindung Diri (APD) bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat yang dibawa melewati jalur darat akhirnya tiba di Kota Sorong, Rabu malam, 8 April 2020 sekitar pukul 17.30 WIT. APD tersebut diangkut menggunakan kendaraan roda empat, rencananya akan langsung dibagikan kepada tenaga medis yang bertugas menangani virus covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat mengatakan, APD tersebut terdiri dari baju Cover all 325 set, VTM 100 picis, Rapid tes 40 box, swab 120 pcs, masker 100 box, obat benzatin Pencils 150 box, Azithromycin 120 box, dan vitamin B complex 100 box. Yang mana bantuan dari Provinsi Papua Barat ini akan langsung dibagikan di tiga rumah sakit di kota Sorong, yakni RS. Sele.Be Solu, RS. dr. Aryoko, dan RS. Angkatan Laut, serta di Dinas Kesehatan Kota Sorong.

“APD langsung kita bagikan di tiga rumah sakit tersebut,” kata Hermanus.

Sementara itu, salah satu tim relawan yang ikut mengantarkan APD tersebut, Abdul Ghani Ishak Bauw mengatakan, selama dalam perjalanan menuju Sorong, ia sempat mengalami kendala saat melintas di Distrik Mubrani yang merupakan perbatasan antara Manokwari dan Kabupaten Tambrauw.

“Kemarin malam kita dari Manokwari menuju Tambrauw kita ditahan di posko, karena memang kita sadari benar bahwa yang kita lakukan ini bukan perang senjata tapi perang melawan virus. Sehingga kami pun tidak bisa melawan aturan pemerintahan, karena distrik beserta jajarannya yang ada di sana, baik Koramil dan juga Polsek dan masyarakat bersatu padu untuk memerangi virus Covid-19 ini,” kata Ghani yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Fakfak.

Menurut Ghani, saat ia bersama rekan lainnya ditahan say melintasi posko, ia berupaya membujuk dan memberikan pemahaman terhadap warga setempat. Sebab bantuan yang diangkut merupakan kebutuhan yang penting bagi tenaga medis untuk menangani pasien Covid-19.

“Saya bersama teman-teman mencoba meredam karena ini merupakan kebutuhan masyarakat di Kota Sorong. Namun karena beberapa kebijakan sudah ditetapkan, sehingga kita meminta izin dari pak distrik sampai dengan pukul 04.00 WIT subuh, dan pak distrik sampaikan bahwa kemarin ada sedikit bertentangan dengan masyarakat, semua ingin menebang pohon. Daripada kita yang lewat ini kemudian pohon di palang ke jalan, akhirnya kita memutuskan untuk menunggu,”ungkap Abdul Ghani.

Selain terkendala saat hendak melintas , ia juga mengalami kesulitan jaringan sehingga sulit untuk meminta bantuan. Sehingga ia bersama kedua rekannya harus menunggu hingga mendapatkan jaringan seluler.

“Kita memutuskan untuk menunggu, jujur di sana ada sedikit kendala karena tidak ada sinyal karena signal mengikuti lampu. Posko yang kami singgahi itu memang ada signal jika lampunya menyala, sehingga kita tidak komunikasi dengan orang di kota Sorong. Pada pukul 8 pagi kami mendapatkan signal dan sudah tidak ada lagi masalah kami langsung melanjutkan perjalanan, menuju Sorong”cerita Abdul Ghani.

Ghani menambahkan, masalah lainnya juga terdapat pada infrastruktur jalan lintas Manokwari-Tambrauw, yang mana pada kondisi jalan ditemukan titik longsor dan tanjakan yang cukup berbahaya.

“Sebenarnya perjalanan dari Manokwari itu termasuk dekat ,hanya saja masih ada beberapa titik longsor dan jalan yang berliku serta beberapa tanjakan. Sehingga pada kesempatan hari ini, kami ingin menyampaikan kepada pemerintah provinsi maupun Pusat, tolong perhatikan infrastruktur di sini,” tandasnya. [*/dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.