Satu Warga Teluk Bintuni Positif Corona, Begini Kronologinya 1 IMG 20200412 WA0055
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap
Metro Nasional

Satu Warga Teluk Bintuni Positif Corona, Begini Kronologinya

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap membenarkan jika kabar salah satu warga dari Kabupaten Teluk Bintuni berjenis kelamin Pria (49) dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19). Hal ini terkonfirmasi pada Minggu, 12 April 2020 pukul 20.00 WIT.

“Pria berusia 49 tahun merupakan warga Teluk Bintuni,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, sekira pukul 20:49 WIT, Minggu malam, 12 April 2020.

Menurut Tiniap saat itu, status pasien belum diketahui lebih secara jelas apakah ODP, PDP atau OTG, karena saat pihaknya mengkonfirmasi langsung ke Satgas Covid-19 Teluk Bintuni, status pasien tidak diketahui sehingga hasil Swab dikirim ke Kementerian Kesehatan Jakarta.

“Mereka Satgas Bintuni juga belum tahu status dari pasien ini secara pasti, apakah ODP, PDP atau OTG, hal inilah yang kami cari tahu pasti ke satgas Teluk Bintuni,” terang Jubir.

Hingga Minggu malam, 12 April 2020 pukul 20.00 WIT data pasien tersebut keluar dan dinyatakan positif Covid-19. Sementara pasien tersebut berada di Kota Makassar.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr Eka Suradji, informasi ada satu pasien laki laki (49) yang positif Covid-19 dari Kabupaten Bintuni, awalnya pasien tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada tanggal 3 Maret 2020 untuk melakukan operasi Kandung Empedu.

Setelah melakukan serangkaian operasi, pasien itu kembali mengontrol hasil operasinya satu minggu setelahnya dan dinyatakan baik, namun karena pasien kembali mengeluh batuk maka diarahkan ke dokter spesialis paru yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan Covid-19. Hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan positif.

Diketahui, pasien itu terpapar Corona lantaran melakukan pengobatan di Makassar. Hingga saat ini pasien masih berada di Makassar untuk tetap mengontrol operasinya yang sekarang dalam keadaan baik serta batuknya sudah mulai menghilang. Namun dia tetap melanjutkan pengobatan di Makassar hingga sembuh total dan hasil pemeriksaan Covid menjadi negatif.

Senada, Anggota DPR-RI Fraksi NasDem, Komisi X Dapil Papua Barat, Rico Sia yang mendengar kabar tersebut langsung mengkonfirmasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui chat pribadi bahwa, adanya kesalahan data, benar pasien tersebut ber KTP Bintuni, namun posisi pasien hingga terpapar Corona di Makassar. Seharusnya data pasien tersebut menjadi data Makassar (Sulsel).

“Memang, pasien dia ber KTP Bintuni, tapi kam dia berobat di Makassar dan kena Corona disana, seharusnya menjadi data disana (Makassar) bukan Bintuni Papua Barat,” kata Rico melalui.keterangan tertulis yang diterima madia ini. Senin, 13 April 2020 Pukul: 00.45 WIT dini hari.

Gayung bersambut konfirmasi chat pribadi tersebut akan di ditindaklanjuti ke Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.