Tim Gabungan Basarnas Temukan Karyawan LNG Tak Bernyawa di Sungai Muturi Teluk Bintuni 1 IMG 20200413 WA0102
Penemuan Jenazah Jamaludin yang tersangkut di tumpukan kayu-kayu pinggir sungai.
Metro

Tim Gabungan Basarnas Temukan Karyawan LNG Tak Bernyawa di Sungai Muturi Teluk Bintuni

Bagikan berita ini

MANOKWARI, BeritaAktual.co Operasi gabungan Basarnas Teluk Bintuni berhasil menemukan Jamaludin (47) yang tak bernyawa di muara sungai Muturi, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Kepala Basarnas Manokwari, George Leo Mercy Randang melalui Ketua Koordinator Basarnas Teluk Bintuni, Parlin Marbun menuturkan, Jamaludin (47) yang merupakan karyawan Subkontraktor LNG Tangguh Bintuni, terseret arus di muara sungai Muturi, Kampung Pranoto SP 4, Kabupaten Teluk Bintuni pada Sabtu, 11 April 2020, sekira Pukul 07.00 WIT.

“Awalnya, Jamaludin memancing di muara sungai muturi, pada saat hendak menyebrang sungai tiba-tiba Jamaludin terseret arus muara,” jelasnya dalam siaran pers yang terima BeritaAktual.co Senin malam 13 April 2020.

Tim Gabungan Basarnas Temukan Karyawan LNG Tak Bernyawa di Sungai Muturi Teluk Bintuni 2 IMG 20200413 WA0103
Korban di evakuasi ke RSUD

Setelah itu lanjut dia, Tim SAR Gabungan yang terbagi dua regu berangkat menuju lokasi untuk melakukan pencarian menyusuri Sungai. Regu pertama mengunakan perahu karet yang menyisir hingga kembali TKP sampai menuju hilir Sungai Muturi.

Sedangkan regu ke dua, berjalan kaki menyisir sepanjang pinggir Sungai menuju hilir dan berhasil menemukan jenazah Jamaludin yang tersangkut di tumpukan kayu-kayu pinggir sungai.

“Tim gabungan Basarnas Pos Teluk Bintuni, Polairud Bintuni, Polres Bintuni, TNI AL dan masyarakat lakukan pencarian selama Tiga hari akhirnya berhasil, menemukan korban dalam keadaan kondisi meninggal dunia PD koordinat 2°5’56.93″ S – 133°43’35.56″ E, yang berjarak kurang lebih 8,5 Km dari TKP,” terangnya.

Selanjutnya korban di evakuasi ke RSUD Bintuni kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di Kampung Lama Teluk Bintuni. [sus]


Bagikan berita ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.