Hendak Diisolasi di Kantor Balai UMKM, Warga Manokwari Tolak 2 Pasien COVID-19 1 IMG 20200417 WA0029
Warga yang palang kantor dengan Spanduk penolakan dua pasien Covid-19.
Metro

Hendak Diisolasi di Kantor Balai UMKM, Warga Manokwari Tolak 2 Pasien COVID-19

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Aksi spontanitas dari sejumlah masyarakat Manokwari menolak keberadaan 2 pasien Covid-19. Aksi ini dipicu lantaran 2 pasien tersebut hendak diisolasi di salah satu ruangan Kantor Balai Pelatihan UMKM Koperasi yang bersebelahan dengan Kantor MRPB (Majelis Rakyat Papua Barat), beralamat di jalan Esau Sesa Shogun Sowi Gunung Manokwari. Jumat sore, 17 April 2020.

Dalam aksi, masyarakat mengancam akan membakar kantor jika kedua pasien itu tidak dipindahkan tempat isolasi yang semestinya, bukan di kantor yang juga dekat dengan pemukiman warga karena akan membawa dampak buruk dilingkungan sekitar.

Nampak terlihat di depan pintu masuk kantor satu spanduk terbentang dengan tulisan, MRP Papua Barat Menolak Karantina Pasien Covid-19 di lingkungan Kantor MRP, Karena tidak ada koordinasi, dari pihak terkait yaitu gugus tugas Covid-19 Papua Barat.

Menanggapi hal itu, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan menuturkan, rencana isolasi ini, tidak ada koordinasi terlebih dahulu dengan Gugus Tugas Covid-19 dan MRP Papua Barat hingga berdampak adanya aksi penolakan dari masyarakat.

“Seharusnya kedua pasien ini diisolasikan ke rumah sakit rujukan RSUD Provinsi Papua Barat, dan mereka dipindahkan ke sana,” tuturnya kepada sejumlah wartawan, usai dua pasien dipindahkan ke RSUD Provinsi Papua Barat, Jumat sore 17 April 2020.

Dikatakan Demas, untuk tempat karantina sudah disediakan oleh pihak gugus tugas Covid 19 Papua Barat bagi mereka yang terinfeksi virus Corona di RSUD Provinsi Papua Barat. Meski belum selesai secara keseluruhan pembangunanya, namun beberapa gedung sudah selesai, terutama ruangan dengan tempat tidur dengan kapasitas 110 orang. 

“Saat ini adanya 30 tempat tidur yang tersedia. Apalagi mereka ini baru dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Menurut Demas, bagi yang terinfeksi Corona namun kondisi tubuh masih tubuh masih sehat lalu ditampung semua di RS itu tidak bisa, yang ada nanti RS akan terisi penuh dan mereka bisa semakin sakit.

“Kalau yang memang gejala terinfeksi virus Corona sakit demam tinggi, batuk berlendir, sesak nafas itu yang bisa ditangani oleh pihak Rumah Sakit Rujukan, kalau yang masih sehat sehat biar di rumah saja, isolasi mandiri,” terangnya.

Demas menambahkan, untuk pasien tanpa gejala seperti OTG ini, harus dikarantinakan di tempat lain yang sudah disiapkan lengkap dengan tim medis seperti RSUD Provinsi Papua Barat.

Sementara itu, penjaga Kantor Balai Pelatihan UKM Koperasi Provinsi Papua Barat, Ondi Jikwa mengatakan, 2 pasien tersebut mereka dibawa masuk ke kantor itu sejak pukul 12:00 WIT.

“Saya dan Istri tidak mau masuk ke dalam, takut virusnya jangan sampai tertinggal didalam sana, jadi malam ini kami menginap dirumah saudara. Bajupun tidak kami bawa, karena virus itu. Tempatnya juga belum juga disemprot Disinfektan, jadi tunggu beberapa kali penyemprotan desinfektan dan beberapa bulan kedepan baru akan kami jaga kantor ini,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.