Pelantikan Muhammad Ali Sebagai Rektor UMS Disebut Tak Sesuai Prosedur  1 IMG 20200420 WA0038
Pasca pelantikan Rektor UMS Sorong penuh Polemik
Metro

Pelantikan Muhammad Ali Sebagai Rektor UMS Disebut Tak Sesuai Prosedur 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Sorong menyebut pelantikan Muhammad Ali sebagai Rektor UMS. BEM UMS, tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Presiden Mahasiswa (Presma) UMS, Abu Kelian mengaku sangat prihatin dengan apa yang dilakukan pihak-pihak yang terlibat dalam pelantikan Muhammad Ali Sebagai Rektor UMS. Pasalnya, saat Rektor akan dilantik pihaknya tidak diberi tahu. Justru pihaknya mengetahui pelantikan itu dari Facebook.

“Harusnya kami tau dan diinformasikan kalau rektor kami mau dilantik. Tapi pada kenyataannya, saya dan teman-teman BEM juga tidak dikasih undangan sama sekali, kami saja tau dari Facebook. Saya rasa pelantikan Rektor UMS ini justru terkesan sengaja disembunyikan, dengan alasan menaati peraturan Pemerintah soal penanggulangan Covid-19. ” jelas Abu saat memimpin Solidaritas Mahasiswa UMS, yang sedang berorasi di depan gerbang Kampus UMS. Senin, 20 April 2020.

Menurutnya, kalaupun pelantikan itu dilakukan secara tertutup dengan tujuan untuk menanggulangi Covid-19, seharusnya pihak-pihak terkait menginformasikan kepada BEM.

“Sekalipun dalam rangka menanggulangi Covid-19, saya rasa bisa kok pelantikan itu melibatkan 15 sampai 20 orang dari semua elemen, termasuk saya. Tapi yang saya tahu, kemarin pelantikannya hanya 10 orang, jelas-jelas pelantikan tersebut disembunyikan, ini ada apa,” keluh Abu.

Meski begitu, pihaknya tidak mengintervensi pemalangan yang saat ini terjadi di UMS, mengingat pemalangan itu dilakukan oleh tokoh-tokoh adat suku Papua, yang masih menginginkan Hermanto Suaib sebagai Rektor UMS.

Sementara itu, Koordinator Solidaritas Mahasiswa UMS, Alfius A Dimara mengatakan, dalam sebuah pelantikan rektor, seharusnya ada presentasi dari rektor sebelumnya terkait prestasi dan capaian-capaian yang telah berhasil diraih oleh UMS selama masa jabatannya.

“Saya merasa pelantikan Muhammad Ali sebagai Rektor UMS, terkesan dipaksa kan dan ada yang disembunyikan oleh pihak-pihak yang berkonspirasi di dalamnya, ” kata Alfius yang ditemui di depan Kampus UMS. Senin, 20 April 2020.

Karenanya ada kejanggalan-kejanggalan tadi, Alfius meminta Muhammadiyah pusat untuk melihat dan meninjau Surat Keputusan (SK) dan proses pelantikan Muhammad Ali.

“Jangan jadikan Virus Corona sebagai alasan supaya mereka bisa menggelar pelantikan yang hanya dihadiri oleh segelintir orang saja. Toh kalau mereka memang menghargai aturan pemerintah dan polisi, terkait penanggulangan Virus Corona, harusnya pelantikan itu dibatalkan saja sampai masa pandemik ini berakhir,” ungkap Alfius.

Pada kesempatan tersebut, Alfius juga membacakan poin tuntutan dari Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Sorong, yang menolak SK No 2935 tentang pengangkatan Muhammad Ali sebagai Rektor UMS. Serta desakan Solidaritas Mahasiswa Muhammadiyah Sorong, agar Pimpinan Pusat Muhammadiyah segera mengembalikan eksistensi UMS dengan menetapkan Hermanto Suaib sebagai rektor periode 2020-2024. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.