Mulai 22 April Hingga 6 Mei 2020 Bandara DEO Sorong Ditutup 1 IMG 20200420 WA0090
Pertemuan Walikota Sorong dengan tim Satgas Covid-19 Kota Sorong bersama pihak Bandara , Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong, di Aula Gedung Samu Siret.
Metro

Mulai 22 April Hingga 6 Mei 2020 Bandara DEO Sorong Ditutup

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Walikota Sorong, Lambert Jitmau menyampaikan, menyikapi adanya penambahan 2 orang positif Covid-19 pada Minggu (19/04/2020) kemarin, Bandara Domine Eduard Osok (DEO) akan ditutup mulai tanggal 22 April hingga 06 Mei 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Walikota dalam pertemuan dengan tim Satgas Covid-19 Kota Sorong bersama pihak Bandara , Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Sorong, di gedung Samu Siret Kantor Walikota Sorong. Senin, 20/04/2020.

Menurut Lambert, satu-satunya cara untuk membatasi penyebaran virus corona (Covid-19), adalah dengan melakukan karantina wilayah, yaitu pembatasan akses laut maupun udara. Artinya, tidak boleh lagi membawa masuk penumpang ke dalam kota Sorong. Namun sebalik, pesawat ataupun kapal boleh membawa penumpang dari Kota Sorong keluar.

“Pesawat boleh masuk di Kota Sorong, tapi daerah asal tidak boleh bawa penumpang. Ini berlaku baik udara maupun laut. Kalau kita terima penumpang masuk, konsekuensinya kita harus siap menghadapi virus Corona. Kita karantina wilayah justru untuk membatasi penyebaran virus corona. Kalau sudah menyebar lebih banyak, nantinya kami tidak sanggup untuk mengatasi,” tegasnya.

Dikatakan, karantina wilayah ini akan diberlakukan pada tanggal 22 April 2020, dan pihaknya meminta agar di tanggal 21 April 2020 saat bandara dibuka, penumpang yang diangkut dari luar Sorong tidak boleh melebihi 200 orang. Sementara untuk tanggal 22 April 2020 sampai tanggal 06 Mei 2020 tidak boleh lagi mengangkut penumpang dari luar Sorong.

“Sudah sering saya katakan, kalau bicara ekonomi, yang menjalankan ekonomi itu rakyat, dan yang menikmati ekonomi itu juga rakyat. Saat ekonomi mati, rakyat bisa membangkitkan ekonomi, Tapi kalau rakyat mati, ekonomi tidak bisa membangkitkan masyarakat. Itu persoalan. Situasi dan kondisi memaksakan kita harus berbuat seperti itu. Sayang nyawa jauh lebih berharga daripada kita sayang harta,” tutur Walikota.

Terkait kebijakan penutupan bandara dan pelabuhan laut, Walikota meminta agar tenaga porter di bandara dan TKBM di pelabuhan segera didata nama-namanya. Menurutnya, kebijakan Walikota dengan menutup bandara dan pelabuhan, tentunya mempunyai imbas kepada tenaga porter dan TKBM, dimana mereka pada akhirnya dirumahkan, sehingga perlu diprioritaskan dan diperhatikan.

Disamping itu, Walikota juga membatasi jumlah pesawat yang masuk ke kota Sorong pada tanggal 21 April 2020, yaitu hanya 1 (satu) pesawat saja. Kebijakan itu juga didukung oleh Kepala Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Rasburhany Umar.

Walikota juga meminta pengawasan yang lebih ketat dari pihak bandara saat memeriksa penumpang yang turun dari pesawat pada tanggal 21 April 2020. Hal ini bertujuan agar penumpang yang turun tidak memberi data palsu sehingga tidak mempersulit tim Satgas Covid-19 saat melakukan pengecekan kembali.

Disisi lain, Kepala Bandara, Rasburhany Umar meminta Walikota untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya, berhubung informasi mengenai dibukanya bandara DEO pada tanggal 21 April 2020 telah diketahui beberapa maskapai.

“Seandainya tangga 21 hanya dibatasi hanya 1 pesawat yang masuk, mungkin ini akan menimbulkan permasalah di bandara, dengan mereka yang sudah beli tiket. Ini akan menjadi masalah baru. Kami berharap kalau memang tanggal 21 diputuskan hanya satu penerbangan, setidaknya ada surat yang menjadi dasar bagi kami kepada penumpang yang sudah membeli tiket, dan juga kepada maskapai penerbangan Batik dan Sriwijaya,” Jelas Rasburhany.

Lanjutnya, tapi pada dasarnya kami mendukung kebijakan bapak walikota, tapi kami mohon pertimbangannya, karena Informasi mengenai tanggal 21 sudah didapat oleh maskapai, sehingga penjualan tiket sudah berjalan.

Sementara itu, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Sorong, Muhammad Takwim Masuku mengatakan, hingga saat ini kondisi pelabuhan laut masih tetap normal, dimana hanya ada proses bongkar muat untuk kapal-kapal kargo dan itu berjalan dengan baik.

“Sedangkan untuk kapal-kapal perintis, kami sudah perintahkan tetap beroperasi untuk menjaga kestabilan logistik di daerah wilayah Papua Barat. Tapi , untuk penumpang naik sudah kami hentikan, yang datang tidak diijinkan,” tansadnya. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.