Sanusi Rahaningmas Harap TNI Ikut Turun Tangan Atasi Pencurian Dan Begal di Papua Barat 1 20200424 150923
Anggota DPD-RI Dapil Papua Barat, Sanusi Rahaningmas.
Metro Nasional

Sanusi Rahaningmas Harap TNI Ikut Turun Tangan Atasi Pencurian Dan Begal di Papua Barat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Saat ini, masyarakat dalam kekawatiran dan ketakutan akan wabah Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Terkhusus wilayah Papua barat yang sebagian Kabupaten Kota sudah masuk kategori zona merah seperti Manokwari, Kota Sorong, dan Teluk Bintuni sesuai data yang disampaikan oleh Tim Satgas Covid 19 Papua Barat. 

Kondisi memprihatinkan ini membuat masyarakat waspada dan harus tetap berada di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Bukan hanya itu, justru kesempatan ini dimanfaatkan sebagian orang putus asa dan tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai kejahatan, seperti pencurian dan begal dengan tak segan-segan melukai korbannya.

“Hal ini hampir terjadi di sebagian besar kota di Indonesia, termasuk Papua Barat, yang paling sering terjadi di kota Manokwari dan Sorong yang dianggap rawan ketimbang Kabupaten dan Kota lain di Papua Barat,” ujar Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Sanusi Rahaningmas. Kamis 24/04/2020.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anggota DPD-RI Dapil Papua Barat, Sanusi Rahaningmas meminta TNI bersama Polri bersinergi bersama sama berantas pembegal jalanan. Selain itu, Senator asal Papua Barat ini juga minta kepada seluruh RT/RW kiranya dapat berperan aktif dengan mendirikan pos kamling di setiap titik titik yang dianggap rawan dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing dari berbagai kejahatan.

“Apalagi dalam suasana bulan Suci Ramadhan ini saudara-saudara umat islam butuh ketenangan dalam beribadah dan puasa. Dengan demikian saya meminta agar Kapolda dapat memberikan Instruksi kepada seluruh Polres dan polsek agar lebih meningkatkan lagi tugas Patroli pada malam hari,” bebernya.

Peningkatan kasus kejahatan ini menurut Senator berdarah Maluku Tenggara (Kei) itu lantaran adanya pembebasan para Narapidana oleh Menteri Hukum dan HAM RI karena adanya Virus Covid-19. Akibat virus itu para pelaku kesulitan mendapatkan bahan makanan, yang akhirnya melakukan jalan pintas adalah pilihan satu satu-nya.

Ditambahkan, dengan perolehan status baru Polda Papua Barat dari tipe B ke Tipe A ini, merupakan tantangan berat jajaran Kepolisian Polda Papua Barat untuk mengatasi hal tersebut. Pastinya harus didukung dengan jumlah personil yang banyak seperti luas wilayah. “Saya minta kepada Kapolda Papua Barat untuk tidak merasa rendah diri meminta dukungan TNI untuk ikut membackup tugas-tugas Polri dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.