Polres Manokwari Gandeng MUI PB Gelar Patroli Pastikan Tidak Ada Shalat Jumat di Masjid Saat Covid-19 1 IMG 20200501 WA0085
MUI PB Bersama Polres Manokwari Lakukan Kunjungan ke Masjid masjid di Manokwari.
Metro

Polres Manokwari Gandeng MUI PB Gelar Patroli Pastikan Tidak Ada Shalat Jumat di Masjid Saat Covid-19

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat bersama Polres Manokwari melakukan kunjungan ke Masjid-masjid guna memastikan tidak ada yang masih melakukan sholat jumat berjamaah saat Covid-19.

Kunjungan pertama di lakukan di masjid Babussalam Sowi empat, dilanjutkan Masjid Jabal Nur Mako Brimob Atas, Masjid Al-Iahlah di Blagor dan yang terakhir di masjid Darussalam Reremi Pemda, namun tidak didapatkan aktifitas Sholat Jumat.

Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nausrau mengatakan, MUI beserta Polres tidak mau adanya kecolongan seperti Jumat lalu, dimana masjid-masjid sebagian masih melaksanakan sholat. Untuk memastikan, pihaknya lebih awal dilakukan kunjungan untuk memberitahukan kepada Imam Masjid, sehingga di setiap masjid dipasang Pamflet untuk sementara masjid tidak melaksanakan sholat.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda beserta jajarannya, Kapolres beserta jajarannya, yang sudah bersama-sama dengan MUI dan pimpinan ormas Islam kami melakukan semacam patroli ke masjid-masjid untuk memastikan bahwa seluruh masjid-masjid yang ada di kabupaten Manokwari ini tidak melaksanakan shalat berjamaah baik shalat lima waktu, shalat tarawih dan shalat Jumat, dan semua aktivitas selama bulan Ramadhan ini, “ ujar Nasrau. Jumat 1 Mei 2020.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan maklumat yang disampaikan oleh MUI Pusat yang mengacu kepada Fatwa juga imbauan dari Pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun juga maklumat dari Kapolri.

“Patroli semacam ini akan kami terus lakukan, kami akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian, TNI untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan ibadah yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak untuk saat ini dihentikan. Sesuai dengan maklumat MUI Papua Barat, seluruh kegiatan shalat berjamaah dihentikan sampai dengan shalat idul Fitri, shalat idul Fitri juga dilaksanakan di rumah,” jelasnya.

Jika nanti masih ada masjid yang melakukan shalat berjemaah lanjutnya, maka pihaknya akan mendatangi pengurus masjid, dan imam masjidnya untuk ditegur, diingatkan untuk tidak melaksana kan shalat semasa mewabahnya Covid-19. Secara keagamaan, pihaknya hanya mengingat kan, memberi nasihat kepada masyarakat bahwa mematuhi perintah untuk tidak melaksanakan shalat berjemaah ini adalah mengikuti Sunnah nabi, mengikuti perintah Alquran.

“Tapi kalau ada yang masih tetap ngeyel, ngotot kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian sesuai dengan maklumat Kapolri, bisa diambil tindakan sanksi hukum kepada mereka supaya ini tidak berpotensi untuk menjadi sebab penularan wabah ini di Papua Barat.” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Manokwari AKBP Deddy Foury Millewa mengatakan, saat ini kepolisian mengambil langkah preventif dengan cara mengimbau kepada masyarakat khususnya umat muslim untuk mematuhi saran MUI maupun Pemerintah dalam penanganan Virus Corona.

“Saya harap kedepannya masyarakat semakin sadar bukan hanya menegakkan keimanan saja tapi harus menambah pengetahuan mereka bahwa bahayanya covid ini bagi masyarakat luas. Untuk itu kita saling menjaga jangan mementingkan keimanan sendiri tapi menjaga kemaslahatan bersama demi keutuhan wilayah kita Manokwari khususnya dan Indonesia umumnya,” bebernya.

Namun, jika masyarakat tidak mengindahkan apa yang menjadi maklumat Kapolri maka, akan melakukan tindakan hukum sesuai dengan peraturan yang ada. Padalnya, kepolisian telah bekerjasama dengan tokoh-tokoh lintas sektoral yang lain seperti MUI Provinsi dan Kabupaten.

“Ada saatnya kita melakukan represif ini sesuai dengan aturan yaitu pasal 14 UU no 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan dapat juga kita terapkan pasal 212, 216 atau 218 KUHP yang akan menegaskan tentang tindakan yang akan kita ambil yaitu mereka akan kena hak kurungan 1 tahun dan denda paling banyak 1 juta rupiah, “ pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.