Pemuda Papua Barat: Jangan Kriminalisasikan Gubernur Kami 1 IMG 20200530 WA0071
Pemuda Adat Papua Barat, Timotius Yelimolo (menggunakan batik biru muda) Pamuda Papua Barat, Aloysius Siep (Menggunakan kaos oblong putih) saat jumpa pers di Amban. [Foto: BA]
Metro

Pemuda Papua Barat: Jangan Kriminalisasikan Gubernur Kami

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Terkait mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan yang didakwa menerima suap sebesar Rp500 juta dari Sekretaris KPUD Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo, ikut menyeret nama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Menanggapi hal itu, pemuda Papua Barat, Aloysius Siep menuturkan, nama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan telah dicatut dalam dakwaan sidang tanpa melalui Berita Acara Pidana (BAP).

“Jangan kriminalisasikan Gubernur kami. Secara psikologis pasti pak Gubernur Papua Barat sangat terganggu, ketika namanya disebutkan dalam dakwaan sidang terhadap Wahyu,” tuturnya dalam jumpa pers di Amban, Sabtu 30 Mei 2020.

Menurutnya, dinamika seperti ini adalah hal yang tidak baik, pasalnya saat ini di Papua Barat bahkan seluruh Dunia tengah dihadapkan dengan virus Corona, dan Pemerintah terus fokus berupaya membantu masyarakat terkena dampak Covid 19.

“Sebagai tokoh pemuda Papua Barat, tentu saja saya sangat menyayangkan karena sebagian telah mengkriminalisasi sosok Gubernur Papua Barat, bagaimanapun Ia (Gubernur) adalah orang tua, kepala suku kami dan panutan kami. Tentu saja kami tidak menerima Gubernur kami namanya dicatut tanpa ada pemeriksaan, dan ini telah menjatuhkan nama baik dan harga diri kami masyarakat Papua Barat,” jelas Aloysius.

Sementara itu salah satu Pemuda Adat Papua Barat, Timotius Yelimolo menegaskan, apapun yang terjadi, pihaknya (Pemuda adat Papua Barat) akan berdiri di depan untuk membela Dominggus Mandacan yang notabene adalah Gubernur.

Dikatakan Timotius, jika dilihat kembali, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak pernah sekalipun menyebut adanya keterlibatan kasus suap dengan Gubernur Papua Barat, lantas mengapa tanpa melalui BAP langsung muncul nama Gubernur dalam Dakwaan persidangan

“Ada apa, ini sebuah kekeliruan yang sangat besar. Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa Thamrin Payapo harus bertanggung jawab akan hal ini, karena ia yang mengutarakan dalam persidangan,” ujar Timotius.

“Karena kasus ini telah membuming di seluruh Indonesia, kami meminta kepada Gubernur Papua Barat sesegera mungkin mencopot Rosa Thamrin Payapo harus dari kedudukannya sebagai Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat. Ini adalah konsekuensinya,” tutupnya.

Sebelumnya, Mantan KPU, Wahyu Setiawan didakwa menerima gratifikasi sejumlah uang Rp500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Uang itu diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Adapun maksud dari pemberian uang itu agar Wahyu bisa mengupayakan Calon Anggota KPU Daerah Provinsi Papua Barat periode tahun 2020-2025 diisi oleh putra Daerah Asli Papua. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.