Massa Demo Kantor Pengadilan Sorong, Minta Terdakwa Pembakaran Kantor DPRD Dibebaskan 1 IMG 20200615 WA0027
Aksi Demo Dmai di Halaman Kantor Pengadilan Negeri Sorong. Senin 15 Juni 2020. [Foto: BA]
Metro Hukrim

Massa Demo Kantor Pengadilan Sorong, Minta Terdakwa Pembakaran Kantor DPRD Dibebaskan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Puluhan warga melakukan aksi demo damai di halaman Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sorong, Senin 15 Juni 2020. Mereka menuntut agar terdakwa pembakaran kantor DPRD Kota Sorong pada bulan Agustus 2019 lalu dibebaskan.

Pantauan media ini, massa terlihat membawa sejumlah pamflet yang bertuliskan tuntutan mereka yang meminta agar Tapol atas nama Marius Asso, Opianus Megae, Hermina Elopere, dan Septianus Melaseme dibebaskan.

Salah satu massa, Nathalius Yewen dalam orasinya meminta kepastian terkait pelaksanaan sidang. Karena menurutnya, sidang sempat ditunda beberapa kali dengan alasan yang tidak jelas.

“Kita meminta supaya ada kepastian hukum terhadap mereka, jangan sampai tertunda karena mereka memiliki tanggung jawab di rumah,” ujarnya.

Menanggapi demo damai tersebut, Humas PN Sorong, Dedi Lean Sahusilawane menjelaskan tertundanya sidang tersebut dikarenakan banyaknya perkara yang harus ditangani. Terlebih sejak bulan Maret 2020, saat Covid-19 mulai mewabah di Kota Sorong mengakibatkan banyak sidang harus ditunda.

“Perkara ini memang sudah cukup lama. Sekitar bulan Maret 2020 kita masuk pada fase Covid-19, pada saat itu kita berupaya bagaimana sidang ini bisa berjalan entah dilakukan secara langsung maupun online. Dan ini perlu melakukan koordinasi serta surat-menyurat baik ke pengadilan tinggi, maupun instansi terkait seperti kejaksaan, kepolisian, dan lapas,” jelas Dedi.

Kendati demikian, pihaknya (PN Sorong) tetap akan menghormati hak-hak para terdakwa dan berupaya agar para terdakwa bisa secepatnya disidangkan sehingga memperoleh status hukum yang jelas.

Dedi juga mengakui, PN Sorong hanya memiliki 1 server online, itupun dipakai untuk mengcover perkara perdata, dan administrasi tahanan.

“Jadi, kami upayakan sebisa mungkin untuk mempercepat perkara pembakaran kantor DPRD Kota Sorong. Disisi lain kami mohon pengertian dari bapak dan ibu sekalian terkait kesulitan ini,”harapnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak pengadilan negeri Sorong, sekitar pukul 13.00 WIT, massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.