Bangun Smelter Diluar Papua, Rico Sia: Jelas Sangat Merugikan Papua 1 FB IMG 1592897874880
Anggota DPR-RI Komisi VII, Dapil Ppua Barat, Rico Sia
Metro Nasional

Bangun Smelter Diluar Papua, Rico Sia: Jelas Sangat Merugikan Papua

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Anggota DPR-RI Komisi VII, Rico Sia mengatakan, pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia yang dibangun di luar Papua jelas sangat merugikan karena tidak menggerakkan roda ekonomi di kawasan Papua.

Padahal kata dia, aturan pembuatan smelter di area pertambangan, sudah diatur dalam Undang undang, dan sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo kepada para investor pertambangan yang mewajibkan membangun smelter di area tambang, namun ini agaknya tidak diindahkan oleh PT Freeport Indonesia.

“Presiden Jokowi pernah menginstruksikan bahwa para investor pertambangan wajib membangun smelter di lokasi tambang agar salah satu amanah UUD 45 pasal 33 dapat terealisasi,” kata Rico Sia dalam keterangan tertulisnya. Selasa, 23 Juni 2020.

Menurut Rico Sia, PT Freeport Indonesia sudah beroperasi cukup lama hingga 1 periode kontrak usai, namun sampai hari ini masih tidak ada kejelasan terkait pembangunan smelter di Papua. Bahkan, di wilayah lain pemerintah bisa perjuangkan 500 tenaga asing untuk segera datang khusus untuk membangun fasilitasnya.

Padahal, PT Freeport mempunyai kemampuan finansial yang lebih dari sekedar mampu untuk membangunnya. Jika smelter dibangun di tempat lain, akan sangat merugikan Papua baik ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bangun Smelter Diluar Papua, Rico Sia: Jelas Sangat Merugikan Papua 4 FB IMG 1592897740491
Anggota DPR-RI Komisi VII, Dapil Papua Barat, Rico Sia

Atas dasar itu, Rico Sia mendesak pemerintah juga PT Freeport agar segera menyelesaikan problematika pembuatan smelter tersebut. Hal ini guna kebaikan bersama, terutama masyarakat Papua agar tidak terus mendapatkan janji palsu karena tidak pernah ditepati. 

Selain itu, ia meminta para investor yang ada di Indonesia harus membantu indonesia khususnya papua dalam masa pandemi covid-19, karena sebagai mitra kerja tidak hanya sekedar mencari keuntungan saja tapi dari sisi kemanusiaan, kesadaran akan bantuan kemanusiaan dari para investor sangat dibutuhkan tanpa harus diminta.

“Oleh karenanya, saya mendesak agar pemerintah pusat beserta PT Freeport segera menyelesaikan problematika ini agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi korban harapan palsu dan bisa jauh lebih sejahtera lagi apabila smelter telah beroperasi disana,” tegasnya sembari menambahkan, ia baru saja ditugaskan oleh Fraksi Partai NasDem di Komisi VII sejak 15 Juni 2020, terkait hal ini ia akan mempelajari laporan dari masyarakat terkait dengan Petrogas yang beroperasi di Pulau Salawati Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.